Translate

Siapa yang Bertanggung Jawab Terhadap Pendidikan

Mengurus pendidikan tidak seperti membalikkan telapak tangan, tidak juga secepat menyusun sebuah kurikulum, juga tidak dapat diselesaikan dengan kata-kata ilmiah atau ditentukan oleh hasil Ujian Nasional. Tetapi mengurus pendidikan membutuhkan kerja keras yang berkesinambungan.

Sungguh aneh ketika ada orang yang mengatakan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab guru. Saya tidak menyalahkan orang yang mengatakan hal semacam ini karena saya mengerti bahwa orang tersebut belum memahami sepenuhnya tentang dunia pendidikan. Apabila orang tersebut dipahamkan tentang dunia pendidikan maka dia pasti akan diam karena mengurus dunia pendidikan harus melibatkan semua komponen dan potensi yang ada di masyarakat dan dukungan kebijakan dari pemerintah.

Berikut saya berikan ilustrasi berdasarkan aspek-aspek penunjang keberasilan dunia pendidikan sehingga dapat merubah pola pikir kita yang selama ini selalu membebankan tanggung jawab semata-mata kepada guru.

1. Kesehatan

Dalam mengikuti proses pembelajaran, siswa dituntut untuk selalu fit dan semangat sehingga setiap ilmu yang diajarkan oleh guru dapat diterima dengan baik. Kondisi yang fit tentunya siswa harus selalu sehat baik jasmani maupun rohani, siswa yang sakit akan mengganggu konsentrasinya dalam mengikuti proses belajar mengajar di sekolah. Olehnya itu, tanpa dukungan kebijakan pemerintah dalam bidang kesehatan merupakan hal yang mustahil untuk mencapai tujuan pendidikan secara nasional. Hal-hal yang dapat dilakukan oleh Dinas Kesehatan adalah merubah prilaku masyarakat tentang pola hidup sehat, dukungan fasilitas kesehatan yang memadai, dan lain sebagainya yang menjadi kebutuhan siswa.

2. Penerangan
Bagi siswa, penerangan sangat menentukan sekali dalam upaya peningkatan kapasitas diri mereka. Kebijakan pemerintah dibidang penerangan dapat dilakukan dengan mengupayakan lampu jalan agar tetap menyala karena siswa umumnya memanfaatkan kegiatan belajar kelompok diwaktu malam hari. Perkembangan teknologi juga telah merubah cara belajar siswa yang awalnya menggunakan buku pelajaran sebagai media belajarnya, kini sudah beralih ke media-media berupa digital. Tanpa dukungan penerangan yang dalam hal ini adalah listrik maka akan dapat menghambat siswa untuk meningkatkan kompetensinya mendapatkan informasi melalui media digital.

3. Transportasi
Letak sekolah dengan kompleks perumahan yang cukup jauh membutuhkan alat transportasi. Didaerah pedesaan, alat transportasi belumlah terlalu berperan secara penuh tetapi didaerah perkotaan sarana transportasi merupakan salah satu kebutuhan siswa untuk dapat menjangkau sekolah dimana dia menempuh pendidikan.

4. Air Bersih
Dukungan air bersih sangat diharapkan, hal ini berkaitan dengan pola hidup bersih. Dibeberapa daerah yang kesulitan mendapatkan air bersih tingkat pendidikannya sangat rendah. Masalah yang dihadapi oleh sekolah yang berkaitan dengan air bersih ini antara lain; ada siswa yang terlambat (tidak tepat waktu) masuk sekolah karena harus mengambil air yang jaraknya harus dijalani dengan beberapa jam lamanya. Ada juga siswa yang tidak mandi sehingga membuat siswa tidak dapat menerima penuh materi yang diberikan, ada juga siswa yang selalu sakit-sakitan karena selalu mengkonsumsi air yang tidak memenuhi syarat kesehatan. Untuk itulah ketersediaan sarana air bersih sangat diperlukan dalam menunjang kegiatan proses belajar mengajar disekolah.

5. Politik
Menjelang pilkada 2014, konstelasi politik mulai mendekati puncaknya, berbagai cara yang dilakukan untuk memenangkan pemilu sudah dilakukan. Salah satu jargon para kontestan pemilu adalah dengan membawa misi tentang pendidikan. Jika semua visi dan misi yang berkaitan dengan pendidikan dapat berwujud nyata maka bisa dipastikan tujuan pendidikan bisa tercapai. Tetapi jika kembali kebelakang maka kita akan selalu pesimis terhadap upaya-upaya yang akan dilakukan melalui bidang politik ini. Sementara dalam membangun dunia pendidikan, dukungan politik sangat diperlukan utamanya kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan dunia pendidikan.

6. Keamanan
Dalam melaksanakan proses belajar mengajar, satuan pendidikan harus selalu dipastikan aman dari gangguan dari luar. Olehnya itu, dukungan keamanan bisa dari polisi maupun TNI utamanya daerah konflik sangat diperlukan dalam upaya menyukseskan misi pendidikan itu sendiri.

7. Kesejahteraan
Membangun dunia pendidikan berkaitan erat dengan masalah pembiayaan. Pembiayaan diharapkan berasal dari pemerintah sebagai dasar utama pembiayaan pendidikan, selain itu juga diperlukan kerjasama dan bantuan dari masyarakat dan orang tua siswa. Olehnya itu dalam meningkatkan dan guna mencapai tujuan pendidikan maka diperlukan peningkatan kesejahteraan masyarakat sehingga pada gilirannya dapat pula membantu pembiayaan yang diperlukan oleh siswa dalam menempuh pendidikan.

8. Sosial Budaya
Masih banyak daerah yang masyarakatnya memiliki prilaku yang tidak mendukung kemajuan dunia pendidikan. Masyarakat seperti ini selalu beranggapan bahwa mencari uang lebih baik daripada membuang-buang uang untuk biaya sekolah. Sikap seperti ini akan menjadi hambatan dalam membangun dunia pendidikan utamanya di tingkat satuan pendidikan. Contoh pada awal tulisan yang menyatakan pendidikan adalah tanggung jawab guru merupakan kondisi riil yang terjadi dimasyarakat. Disinilah dibutuhkan sosialisasi pemerintah bahwa betapa pentingnya kita mendukung setiap kegiatan pendidikan.

9. Orang Tua
Orang tua merupakan faktor yang paling penting. Pembinaan dan bimbingan orang tua terhadap anak didik sangat diharapkan karena waktu yang dihabiskan oleh siswa lebih banyak bersama orang tua daripada dengan guru. Pembentukan karakter siswa dimulai dari keadaan lingkungan keluarga olehnya itu orang tua harus mengerti dan benar-benar dapat melaksanakan fungsinya dirumah. Jika orang tua dapat melaksanakan harapan tersebut maka keberhasilan mencapai tujuan pendidikan secara menyeluruh dapat dicapai.

Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membangun dunia pendidikan. Apapun yang dilakukan jika alat-alat pendukung tersebut tidak dapat melaksanakan fungsinya dengan baik maka semuanya tidak bernilai bahkan tujuan yang diharapkan tidak akan tercapai.

Guru Profesional dan Lagu Hymne Guru

Masih Relevankah Guru dengan Lagu Hymne Guru?

Beberapa waktu lalu saya mendengar lagu Hymne Guru yang dinyanyikan oleh kelompok paduan suara salah satu sekolah yang sedang menyelenggarakan acara perpisahan siswa setelah pengumuman UN 2013. Bila kita menyimak tiap syair dari lagu tersebut membuat saya merasa heran kenapa masih ada juga sekolah yang menyanyikan lagu tersebut. Benarkah pada saat sekarang dimana guru dituntut untuk bersertifikasi profesional masih relevan dengan lagu tersebut?

Saya pernah mendengar ada yang menyatakan bahwa lagu tersebut merupakan senjata andalan untuk membuai guru sehingga bekerja "tanpa pamri" atau tanpa mengharapkan "tanda jasa" seperti profesi yang lainnya. Selain itu juga untuk membuat guru supaya tidak terlalu menuntut macam-macam mengingat kekuatan guru sangat besar bahkan dapat merubah kebijakan-kebijakan bila para guru bersatu.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, profesional diartikan sebagai “sesuatu yang memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya”. Dengan kata lain, profesional yaitu serangkaian keahlian yang dipersyaratkan untuk melakukan suatu pekerjaan yang dilakukan secara efesien dan efektif dengan tingkat keahlian yang tinggi dalam rangka untuk mencapai tujuan pekerjaan yang maksimal.

Istilah profesional berasal dari kata profesi. Dalam kamus “Theadvanced Learner’s Dictionary of Current English, yang ditulis A.S. Hornby, dkk. Dinyatakan bahwa “profession is accuption, esp. one requiring advanced educational and special training”. Artinya jabatan yang memerlukan suatu pendidikan tinggi dan latihan secara khusus. Suatu jabatan akan menentukan aktivitas-aktivitas sebagai pelaksana tugas. Berarti bukan jabatannya yang menjabat predikat profesional, tetapi keahliannya dalam melaksanakan pekerjaan.

Sedangkan Wikipedia menjabarkan, seorang profesional adalah seseorang yang menawarkan jasa atau layanan sesuai dengan protokol dan peraturan dalam bidang yang dijalaninya dan menerima gaji sebagai upah atas jasanya. Orang tersebut juga merupakan anggota suatu entitas atau organisasi yang didirikan seusai dengan hukum di sebuah negara atau wilayah. Meskipun begitu, seringkali seseorang yang merupakan ahli dalam suatu bidang juga disebut "profesional" dalam bidangnya meskipun bukan merupakan anggota sebuah entitas yang didirikan dengan sah. Sebagai contoh, dalam dunia olahraga terdapat olahragawan profesional yang merupakan kebalikan dari olahragawan amatir yang bukan berpartisipasi dalam sebuah turnamen/kompetisi demi uang.

Karyawan Profesional adalah seorang karyawan yang digaji dan melaksanakan tugas sesuai Juklak (Petunjuk Pelaksanaan) dan juknis (Petunjuk Teknis) yang dibebankan kepada dia. Sangat wajar jika dia mengerjakan tugas diluar Juklak dan Juknis dan meminta upah atas pekerjaanya tersebut. Karena Profesional adalah terkait dengan pendapatan, tidak hanya terkait dengan keahlian.

Berlandaskan pada pengertian tersebut di atas, Suharsimi Arikunto memberikan definisi profesional sebagai berikut. Pertama, di dalam pekerjaan profesional diperlukan teknik serta prosedur yang bertumpu pada landasan intelektual yang dipelajari dari suatu lembaga (baik formal maupun tidak), kemudian diterapkan di masyarakat untuk pemecahan masalah. Kedua, seorang profesional dapat dibedakan dengan seorang teknisi dalam hal pemilikan filosofi yang kuat untuk mempertanggung-jawabkan pekerjaannya, serta mantap dalam menyikapi dan melaksanakan pekerjaannya. Ketiga, seorang yang bekerja berdasarkan profesinya memerlukan teknik dan prosedur yang ilmiah serta memiliki dedikasi yang tinggi dalam menyikapi lapangan pekerjaan yang berdasarkan atas sikap seorang ahli.

Menurut Dedi Supriadi, penggunaan istilah profesional dimaksudkan untuk menunjuk pada dua hal, yaitu pertama, penampilan seseorang yang sesuai dengan tuntutan yang seharusnya. Misalnya “ia sangat profesional”. Kedua, suatu pengertian yang menunjuk pada orangnya. “ia seorang profesional”, seperti dokter, insinyur dan sebagainya.

Berdasarkan pendapat-pendapat di atas saya merasa bahwa lagu hyme guru sudah tidak relevan lagi dengan keadaan sekarang. Disatu sisi guru tidak mengharapkan pamri atau tanda jasa seperti lagu tersebut namun disisi lainnya gurupun dituntut untuk selalu bersikap profesional. Keprofesionalannya ini sehingga pemerintah memberikan penghargaan kepada  guru melalui program sertifikasi guru dengan pemberian tunjangan sertifikas. Hal lain yang juga bertolak belakang dengan lagu tersebut adalah pemberian penghargaan pengabdian yang selalu disematkan setiap hari ulang tahun kemerdekaan RI maupun hari ulang tahun PGRI.

Belum lagi selama adanya dana BOS yang diberikan kepada sekolah, telah merubah pola pikir guru termasuk guru yang lolos sertifikasi selalu menghubungkan kegiatan-kegiatan disekolah dengan honor. Tuntutan untuk mendapatkan honor atas pekerjaan yang dilakukannya inilah yang menurut saya sangat bertolak belakang dengan syair-syari lagu Hymne Guru tersebut.

Lantas apakah masih layak lagu Hymne Guru dinyanyikan? Selanjutnya pendapat andalah yang menentukan layak atau tidaknya lagu tersebut untuk dinyanyikan sebagai rasa terima kasih kepada guru.

Bagaimana Memancing Kreativitas Siswa?

Sebagai guru, tugas kita adalah memperkenalkan dan menumbuhkan pemikiran kreatif siswa. Tugas ini memang sangat sulit untuk dilakukan, tapi ini adalah upaya untuk membuat siswa lebih kreatif berdasarkan pemikiran mereka. Selama ini kita selalu menekankan penguasaan keterampilan dan penghafalan materi dengan mengorbankan pemikiran kritis
Tetapi semua itu tergantung dari subyektifitas dan penilaian kita dalam mengelola pembelajaran di kelas, namun demikian saya tetap akan memberikan cara-cara yang dapat dilakukan oleh guru dalam memancing kreatifitas siswa :
dan kreatifitas mereka padahal itu adalah sebuah kesalahan. Guru harus bisa memancing dan menjadi inspirator serta memicu imajinasi siswa.
  1. Manfaatkan  Visual. Biarkan siswa untuk melihat foto atau lukisan serta video dan mintalah mereka untuk membuat cerita tentang apa yang dilihatnya.
  2. Mengintegrasikan Musik. Putarkan berbagai jenis musik dan mintalah siswa untuk memvisualisasikan adegan terjadi saat musik diputar, kemudian mintalah mereka menggambar atau menulis puisi, atau membuat cerita pendek yang berkaitan dengan musik tersebut.
  3. Kreativitas sejarah. Mintalah siswa menulis huruf membentuk sudut pandang karakter sejarah, atau menulis adegan dialog antara karakter historis dan modern atau bintang bila dimungkinkan mereka menulis karakter idola mereka.
  4. Duplikasi Konten. Mintalah siswa untuk membuat cerita, menggambar dan lain sebagainya berdasarkan obyek yang mereka anggap menarik kedalam konsep pelajaran yang mereka ikuti. misalnya untuk pelajaran matematika, mintalah siswa membuat rumah atau bangunan dari bentuk geometris, atau menulis sebuah lagu tentang prinsip-prinsip matematika dasar .
Dan masih banyak lagi kegiatan-kegiatan yang dapat memunculkan kreatifitas siswa. Misalnya instruksi berbasis proyek, atau pembelajaran konstruktivistik, dan Anda mungkin menemukan beberapa ide menarik yang dapat menginspirasi kreativitas siswa Anda.

Sekarang giliran anda untuk menambah hal-hal yang dapat menumbuhkan kreatifitas siswa dalam kelas.

Teknologi Baru Untuk Jelajahi Otak

Otak manusia memiliki lebih dari 100 miliar sel saraf. Otak adalah organ yang paling kompleks dalam tubuh manusia. Para ilmuwan menghabiskan banyak waktu mempelajari otak manusia, sementara mereka telah menemukan kemajuan pengetahuan tentang otak, namun mereka belum sepenuhnya menguasai dan memahami organ yang luar biasa ini. Memahami hubungan antara sel-sel otak, perilaku dan penyakit penting dan ilmuwan telah mengembangkan berbagai teknik baru yang akan membantu mereka memetakan aktivitas otak.
 
Berikut video yang mengeksplorasi teknik baru dan secara singkat memperkenalkan siswa untuk mengetahui keajaiban otak. Setelah melihat video tersebut, mintalah siswa menyelesaikan latihan berikut, yang dirancang untuk menantang baik otak kiri dan kanan. Video ini sangat cocok untuk diputarkan dikelas utamanya pada saat materi tentang otak.



Apa yang harus dilakukan oleh guru dan setelah memperhatikan video di atas :
  1. Mintalah siswa menggambar seorang ilmuwan ketika memeriksa otak dan minta mereka untuk menjelaskan dengan keras apa yang terjadi dalam adegan tersebut. 
  2. Mintalah siswa membayangkan bahwa mereka adalah ilmuwan, maka mereka menulis sebuah paragraf yang menjelaskan salah satu eksperimen mereka pada otak. Pastikan mereka dapat menjelaskan:
    • Mengapa mereka ingin melakukan percobaan, dan
    • Apa yang mereka harapkan selama mereka melakukan percobaan.

Dalam video tersebut, siswa akan melihat gambar dari tes laboratorium yang dilakukan pada tikus. Mintalah siswa menulis jawabanyang menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:
  • Apakah Anda setuju dilakukan test ilmiah pada hewan?
  • Jika para ilmuwan tidak dapat menguji pada hewan, bagaimana mereka akan melakukan eksperimen mereka?
  • Apakah ada contoh ketika Anda akan mendukung pengujian hewan?

Download Video Percobaan pada Otak 



Musik dan Pendidikan

Saya mengakui bahwa hampir semua orang suka musik, sampai dengan saat ini saya belum pernah menemukan ada orang yang tidak suka dengan musik.  Walaupun saya tidak bisa memainkan alat-alat musik tetapi saya juga suka dengan musik, karena musik dapat membuat kita merasa tenang, nyaman, terbawa emosi bahkan dapat merubah sikap dan prilaku kita.

Mungkin masih ingat dengan ust. Jefry, dalam menyampaikan dakwahnya beliau selalu menyelipkan lagu-lagu religius yang dibawakannya sendiri. Musik inilah yang merubah pandangan orang terhadap ust. Jefry, sehingga kecintaan mereka kepada beliau membuat beliau mudah mentransfer pesan-pesan yang disampaikannya.

Musik terbentuk dari kumpulan suara-suara yang dihasilkan melalui alat musik, kumpulan suara tersebut menyatu menghasilkan keterpaduan antara suara yang satu dengan suara yang lainnya. Hasilnya dapat membuat kita bergerak mengikuti ritme musik tersebut, bahkan dapat mempengaruhi emosi kita oleh getaran-getaran yang dihasilkan. Hal inilah yang membuat kita suka dengan musik.

Begitupula dengan proses pembelajaran merupakan rangkaian-rangkaian yang tersusun atas beberapa instrumen yang harus ada dan tidak terpisahkan mulai dari guru, siswa, kurikulum, media pembelajaran, materi atau bahan ajar, ruangan, orang tua sampai pada dukungan kebijakan yang berkaitan dengan pendidikan.

Untuk menciptakan proses belajar mengajar yang menyenangkan maka sebaiknya kita mengadopsi konsep musik, memadukan semua instrumen yang dapat menunjang proses belajar mengajar sehingga dapat mempengaruhi pola pikir siswa akan kecintaannya terhadap pelajaran. Jika konsep musik dapat diterapkan dikelas, maka proses pembelajaran akan menghasilkan kualitas dan mutu pendidikan seperti yang diharapkan.

Konsep musik mengajarkan bahwa guru, murid, kurikulum, materi ajar atau bahan ajar, peralatan belajar, pemanfaatan IT, ruangan, dekorasi ruangan, kebijakan sekolah, orang tua dan semua komponen pendidikan sama kedudukannya. Baik tanggung jawab maupun fungsi masing-masing komponen tidak boleh melebihi instrumen lain dan juga tidak boleh tertinggal dari instrumen lainnya.

Melihat keterkaitan antara musik dan guru yang tidak dapat dipisahkan maka sebaiknya proses pembelajaran dibangun berdasarkan konsep musik. Sejelek apapun musik menurut kita pasti memiliki penggemar, tetapi apakah ketika pendidikan tidak dapat dikelola dengan baik lantas dapat meningkatkan kualitas pendidikan? Sekarang saatnya kita menerapkan konsep musik kedalam proses pembelajaran yang kita kelola.

Pro dan Kontra dihapusnya TIK

Sebenarnya saya tidak ingin membahas masalah dihapusnya mata pelajaran TIK, akan tetapi kejadian yang saya alami hari ini membuat saya harus ikut berbicara tentang pentingnya mata pelajaran TIK, bahkan jika perlu mata pelajaran TIK tidak hanya diajarkan kepada para siswa tetapi juga harus diajarkan kepada guru-guru, Staf kantor, para calon pemimpin, dan juga para pemimpin yang saat ini memegang jabatan publik selain pejabat negara yang bernama Bapak Roy Suryo. hehehe!

Teman-teman tentunya akan bertanya-tanya mengapa saya harus menulis tentang masalah yang berkaitan dengan TIK? Hari ini saya disibukkan dengan 3 unit PC dan 1 buah laptop.  3 unit PC tersebut berasal dari 3 sekolah masing-masing 1 unit dari MIS, 1 Unit dari SMP dan 1 unit dari perguruang tinggi yang semuanya tidak perlu saya tulis disini. Dan masih ada satu lagi yakni Laptop dari teman guru, setelah saya cek ternyata masalahnya cukup ringan, bukan berarti saya pintar memperbaiki tetapi hanya berdasarkan pengetahuan yang pernah saya dapatkan dari SMP tempat saya belajar TIK.

Masalah komputer tersebut masing-masing 1 unit tidak mau login menurut jago-jago komputer katanya blue screen, satunya lagi yang rusak cuma mousex yang harus diganti, dan satunya lagi mau diinstalkan program anti virus. Sementara Laptop hanya ingin dilihatkan saja, maklum baru dibeli. aneh kan? hehehe.

Melihat pengalaman saya hari ini, dalam hati bertanya-tanya dimanakah pemerintah mengambil sampel sehingga berani menyatakan bahwa mata pelajaran TIK tidak diperlukan lagi? atau berani mengintegrasikan TIK yang menurut saya sangat radikal ke semua mata pelajaran? sementara guru-guru yang mengajar mata pelajaran lain belum sepenuhnya mampu memahami dan mengerti serta belum memiliki kemampuan mengoperasikan alat-alat TIK. Mengoperasikan komputer mungkin terlalu berat, bagaimana dengan HP? Hampir semua sekolah yang ada di Indonesia sangat jarang melakukan swiping untuk memeriksa isi yang terdapat dalam HP. Hal ini karena guru-guru banyak yang tidak memahami bagaimana mengoperasikan alat-alat yang berhubungan dengan TIK. Coba anda bandingkan dengan swiping yang dilakukan oleh guru terhadap rambut, ada banyak sekolah yang secara rutin tiap minggu melaksanakan kegiatan ini demi menegakkan tata tertib sekolah.

Berdasarkan kurikulum 2013, mata pelajaran TIK menjadi perbincangan serius dikalangan dunia pendidikan, sumbernya tidak lain adalah dihapusnya TIK dari deretan mata pelajaran yang diajarkan. Yang tidak memahami betapa pentingnya TIK menyatakan mendukung mata pelajaran TIK dihapus, sedangkan yang memahami dan mengerti tentang TIK menyatakan menolak atas keputusan pemerintah yang menghapus mata pelajaran TIK.

Mata pelajaran TIK mulai diperkenalkan sejak adanya kurikulum 2006 atau yang lebih dikenal dengan KTSP, sekitar 2 tahun berikutnya TIK menjadi mata pelajaran tersendiri. Dampak dari diterapkannya mata pelajaran TIK antara lain; Siswa dan mahasiswa tidak lagi mengerjakan tugas menggunakan mesin ketik, instansi pemerintah maupun swasta mulai meninggalkan mesin ketik, bermunculannya usaha-usaha warnet akibat pengetahuan siswa yang menganggap bahwa internet adalah perpustakaan maya yang memiliki referensi serba lengkap, banyaknya orang tua yang mulai merasa tertinggal akan pengetahuannya tentang TIK, Komputer bukan lagi sebagai sesuatu yang lux tetapi sudah dianggap sebagai kebutuhan pokok, dan masih banyak lagi.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa dampak negatif selalu mengikut, tentang dampak negatif dalam era sekarang sudah tidak bisa lagi dihindari. Yang harus kita lakukan adalah mengontrol perkembangan TIK dan pengaruh-pengaruhnya. Menghindari TIK apalagi menghapusnya justru akan memperparah pengaruh-pengaruh negatif akibat kebebasan informasi. OLehnya itu, menghapus mata pelajaran TIK bukanlah solusi tetapi yang harus dilakukan justru menambah muatan TIK tersebut.

Untuk menyaring masuknya budaya barat yang tidak sesuai dengan tatanan moral bangsa adalah dengan memanfaatkan dan meningkatkan pemahaman ajaran agama. Sementara untuk menyaring masuknya budaya negatif akibat kemajuan TIK dapat dilakukan melalui mata pelajaran TIK. Bukan perkara mudah untuk mengintegrasikan TIK ke mata pelajaran lainnya, TIK bukan hanya berbicara sebagai media tetapi TIK juga berbicara etika dan moral. Jika dalam kehidupan nyata, yang mengontrol sikap dan prilaku manusia adalah peraturan perundang-undangan  sementara yang mengontrol kehidupan di dunia maya adalah muatan yang terdapat dalam mata pelajaran TIK.

Sekarang mata pelajaran TIK telah dihapus berdasarkan kurikulum 2013, pekerjaan kita berikutnya adalah siapakah yang akan mengontrol pengaruh negatif akibat kemajuan TIK? Tidak mungkin lembaran-lembaran undang-undang juga tidak mungkin menggunakan palu sidang para hakim, atau pistol para polisi  bahkan senjata penghancur dari tentara. Tetapi TIK-lah yang bisa mengontrol dunia maya tersebut.

Perangkat Lunak Pembelajaran Kimia

Perangkat pembelajaran yang mensimulasikan prinsip-prinsip yang sangat mendasar, panduan program siswa melalui semua konsep yang diperlukan untuk memahami dan menulis rumus kimia dan untuk menyeimbangkan persamaan kimia.

Kegiatan yang dapat dilakukan antara lain tentang atom, unsur-unsur dan simbol, persamaan kata, valensi, rumus, menulis persamaan kimia, menyeimbangkan persamaan kimia dan pembentukan ion Ditambah simulasi interaktif untuk mengajarkan keseimbangan persamaan kimia dan rumus senyawa ion. dan masih banyak lagi. Untuk mendapatkan perangkat lunak ini silahkan anda download   melalui :


Download Atoms, Symbols and Equations v4.0 (700Kb)  

Prime Time Math


game yang memainkan bilangan prima, komposit, dll Kelas 7 dan ke atas.

1. Download versi shareware dengan mengklik di sini [ukuran file 1399 kb]
2. Instal dengan mengklik dua kali pada setup_ptm.exe
3. Kode buka adalah ptm8398. Masukkan kode ini ketika program meminta untuk itu

Matematika Fungsi Mania

Matematika Fungsi Mania
Sebuah game aljabar dengan fungsi dari satu variabel. Game yang sangat bagus untuk menunjang proses pembelajaran matematika yang membahas tentang materi aljabar

1. Download versi shareware dengan mengklik di sini [ukuran file 910 kb]
2. Instal dengan mengklik dua kali pada setup_mfm.exe
3. Kode buka adalah MFM1801. Masukkan kode ini ketika program meminta untuk itu.

Tanya jawab seputar data Dapodik

Dapat dapodik merupakan rujukan untuk mendapatkan tunjangan sertifikasi guru, kelemahan yang selama ini terjadi adalah data yang diinput tidak dapat dikonversi oleh server tempat penyimpanan data guru tersebut. Hal inilah yang membuat beberapa sekolah tidak mendapatkan jatah sertifikasi guru akibat kesalahan data yang dikirimkan.

Mengingat begitu pentingnya data dapodik untuk guru maka diadakanlah operator sekolah yang mengurus data tersebut. Namun pada umumnya operator sekolah ternyata tidak memahami cara mengimput data dapodik, oleh karena itulah kali ini saya mencoba membagi-bagikan ebook yang membahas tentang tanya jawab seputar data dapodik.

Tanya Jawab Seputar Sertifikasi Guru

Membaca dokumen maupun panduan tentang sertifikasi guru membutuhkan pemahaman dan daya analisis yang tajam. Tidak semua guru memahami konsep sertifikasi guru sebenarnya, hal inilah yang membuat para guru hanya berupaya untuk mendapatkan tunjangan sementara beban tanggung jawab tidak pernah menjadi perhatian sehingga walaupun ada sekolah yang hampir seluruh gurunya sudah bersertifikasi profesional atau telah mendapatkan sertifikasi profesi sebagai pendidik namun kualitas dan mutu sekolah masih sama dengan sebelumnya.

Untuk memudahkan guru dalam memahami konsep sertifikasi guru maka berikut saya share sebuah ebook yang berisi tanya jawab seputar sertifikasi guru yang dikeluarkan oleh departemen pendidikan nasional direktorat jendral peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan tahun 2007

 



Cooperative Script (Skrip Kooperatif)

Siswa bekerja secara berpasangan dan bergantian secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian materi yang dipelajari.

Langkah-langkah:

  1. Guru membagi siswa untuk berpasangan
  2. Guru membagi materi kepada setiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan
  3. Guru dan siswa menetapkan sispa yang pertama berperan sebagai pembicara dan sispa sebagai pendengar
  4. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya
  5. Pendengar menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang dan menghubungkan ide-ide pokok dengan materi lain
  6. Bertukar peran antara pembicara dan pendengar
  7. Kesimpulan

Numbered Heads Together (Kepala Bernomor)

Langkah-langkah:
  1. Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam kelompok mendapat nomor
  2. Guru memberi tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya
  3. Kelompok mendiskusikan jawaban dan memastikan setiap anggota kelompok mengerjakannya/mengetahui jawabannya
  4. Guru memanggil salah satu nomor siswa dan nomor yang dipanggil melaporkan hasil diskusi
  5. Tanggapan dari siswa lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain
  6. Kesimpulan
Download Video Model Pembelajaran Kepala Bernomor

Model Pembelajaran Kontekstual (CTL)

Pembelajaran kontekstual  merupakan suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan membantu siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial dan kultural), sehingga siswa memiliki pengetahuan dan keterampilan yang secara fleksibel dapat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan/ konteks ke permasalahan/konteks lainnya.
  • Pembelajaran kontekstual merupakan model pembelajaran yang berbasis pada filsafat konstruktivisme.
  • Mengajar berarti partisipasi dengan pelajar dalam membentuk pengetahuan, membuat makna, mencari kejelasan, bersikap kritis, dan mengadakan justifikasi.

Tujuh komponen CTL

  1. Konstruktivisme (Contructivism)
  2. Menemukan (Inquiry)
  3. Bertanya (Questioning)
  4. Masyarakat Belajar (Learning Community)
  5. Pemodelan (Modeling)
  6. Refleksi (Reflection)
  7. Penilaian yang Sebenarnya (Authentik Assessment)
Download Video Model Pembelajaran Kontekstual (CTL)

Cara Membuat Panduan Antisipasi Pembelajaran

Panduan antisipasi pembelajaran adalah strategi pemahaman yang digunakan sebelum membaca untuk mengaktifkan pengetahuan awal siswa dan membangun rasa ingin tahu tentang topik baru. Sebelum membaca, siswa mendengarkan atau membaca beberapa pernyataan tentang konsep-konsep utama yang ada dalam teks yang sering disusun sebagai serangkaian pernyataan sehingga siswa dapat memilih untuk setuju atau tidak setuju. Panduan ini dapat merangsang minat siswa atas topik yang akan diajarkan dan menetapkan tujuan membaca.

Mengapa menggunakan panduan antisipasi pembelajaran?
  1. Agar siswa dapat membuat prediksi, mengantisipasi teks, dan memverifikasi prediksi mereka.
  2. Agar siswa dapat menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan sebelumnya dan membangun rasa ingin tahu tentang topik baru.

Cara Menggunakan Panduan Antisipasi Pembelajaran
  1. Penduan antisipasi pembelajaran dapat dilakukan dengan memimta siswa untuk menulis beberapa kata atau pernyataan-pernyataan tentang ide-ide utama dalam teks untuk dibahas.
  2. Memperkenalkan bahan teks dengan meminta tanggapan pernyataan siswa
  3. Berikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi tentang pernyataan yang telah buat
  4. Meminta salah satu siswa untuk membaca teks dengan keras dan upayakan guru harus selalu menghentikan kegiatan membaca pada teks yang mengandung pernyataan yang dibuat oleh siswa
  5. Simpulkan kegiatan membaca dengan meninjau ulang setiap pernyataan tersebut.

Untuk lebih memudahkan kita memahami tentang cara membuat panduan antisipasi pembelajaran dapat dilihat melalui video berikut 

Download Video Cara Membuat Panduan Antisipasi Pembelajaran

Model Pembelajaran Jigsaw

Model pembelajaran Jigsaw adalah strategi pembelajaran kooperatif yang memungkinkan setiap siswa tiap kelompok untuk mempelajari spesialisasi satu aspek dari sebuah topik (misalnya, satu kelompok studi habitat hewan, kelompok lain studi predator hewan). Siswa bertemu dengan anggota dari kelompok lain yang ditugaskan aspek yang sama, dan setelah menguasai materi, kembali ke kelompoknya dan mengajarkan materi kepada anggota kelompok mereka. Dengan strategi ini, setiap siswa dalam kelompoknya berfungsi sebagai perwakilan untuk mempelajari sub topik dan ketika mereka bekerja sama sebagai suatu keseluruhan maka mereka dapat menjelaskan topik secara keseluruhan

Mengapa menggunakan jigsaw?
  1. Dapat membangun pemahaman yang sama di kalangan siswa.
  2. Mendorong pembelajaran kooperatif di kalangan siswa.
  3. Dapat meningkatkan pendengaran, komunikasi, dan kemampuan memecahkan masalah.

Untuk dapat memudahkan pemahaman kita tentang model pembelajaran Jigsaw berikut saya sertakan video pembelajaran jigsaw yang dapat anda unduh melalui alamat berikut :

Kumpulan Soal dan Pembahasannya

Soal Bidang Studi FISIKA MTs Seleksi Tk Kab-Kota Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Nasional 2013
Soal Bidang Studi MATEMATIKA MTs Seleksi Tk Kab-Kota Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Nasional 2013

Soal Bidang Studi BIOLOGI MA Seleksi Tk Kab-Kota Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Nasional 2013
Soal Bidang Studi EKONOMI MA Seleksi Tk Kab-Kota Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Nasional 2013
Soal Bidang Studi FISIKA MA Seleksi Tk Kab-Kota Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Nasional 2013
Soal Bidang Studi GEOGRAFI MA Seleksi Tk Kab-Kota Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Nasional 2013
Soal Bidang Studi KIMIA MA Seleksi Tk Kab-Kota Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Nasional 2013
Soal Bidang Studi MATEMATIKA MA Seleksi Tk Kab-Kota Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Nasional 2013


Soal OSN Kimia, Jawaban, dan Pembahasan OSN serta Seleksi Lokal dari Amerika
Soal dan Pembahasan Ujian Nasional Kimia Tahun 2013










Manajemen Sekolah Penghambat Pendidikan

Tidak banyak orang yang menyoroti tentang manajemen sekolah, padahal kemajuan pendidikan salah satunya ditentukan oleh faktor kesiapan sekolah dalam mengelola pendidikan. Telah banyak saya mendengar keluhan dari para guru yang menyoroti gaya kepemimpinan kepala sekolah akibat pengelolaan sekolah yang bersifat tertutup. Guru tidak dilibatkan dalam urusan perencanaan apalagi pengelolaan anggaran sementara yang melaksanakan tugas-tugas pembinaan dan bimbingan adalah guru. Hal ini membuat semangat dan kemauan guru untuk melaksanakan tugas tambahan menjadi berkurang bahkan yang lebih berbahaya lagi adalah sikap masa bodoh guru akibat pengelolaan pendidikan di sekolah seluruhnya terpusat kepada kepala sekolah.

Permasalahan ini rupanya bukan lagi milik salah satu sekolah yang gurunya pernah menceritakan kondisi sekolahnya kepada saya, tetapi hampir semua sekolah menerapkan sistem pengelolaan terpusat. Kita semua mungkin telah mendengar apa yang disebut dengan "Rahasia Kepala Sekolah", titikberat rahasia kepala sekolah adalah pengelolaan anggaran pendidikan seperti dana rutin dan dana BOS dimana guru tidak diperkenankan untuk mengetahui pembiayaan yang dilakukan oleh sekolah.

"Rahasia Kepala Sekolah" telah mempengaruhi sikap guru yang hanya mengajar tetapi daya kritis dan kreatifitas guru dalam melaksanakan fungsi bimbingan  dan penemuan inovasi pembelajaran menjadi hilang oleh karena ketidaktahuan guru akan program sekolah. Segala upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan termasuk pergantian kurikulum sepertinya tidak akan berjalan dengan baik karena pada tingkat satuan pendidikan pengelolaannya tidak mengikuti petunjuk yang termuat dalam kurikulum maupun peraturan-peraturan pendidikan lainnya.  

Selain "Rahasia Kepala Sekolah" Dunia pendidikan juga diperhadapkan dengan kepentingan politik di daerah. Pasca Pilkada selalu diikuti dengan pergantian kepala sekolah, hal ini memungkinkan masuknya oknum kepala sekolah yang tidak memiliki kapasitas untuk memimpin bahkan terdapat beberapa kepala sekolah yang tidak mengetahui apa itu kurikulum, Manajemen Berbasi Sekolah (MBS) dan Aturan-aturan pendidikan lainnya.

Beberapa masalah yang saya sebutkan di atas ternyata tidak menjadi perhatian para pelaku dan semua elemen yang berkaitan dengan dunia pendidikan. Pada saat ini kita semua terlalu menghabiskan energi membahas tentang kurikulum 2013 tetapi kita tidak pernah membahas kesiapan manajemen sekolah menerapkan kurikulum dan kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan dunia pendidikan. Pengawasan terhadap pengelolaan anggaran di sekolah juga tidak mendapat perhatian serius padahal korupsi terbesar sebenarnya ada di sekolah. Pemeriksa keuangan kebanyakan tertipu oleh laporan keuangan yang disampaikan oleh kepala sekolah. Untuk memeriksa keuangan di sekolah sebenarnya sangat gampang, cukup laporan keuangan sekolah tersebut dipaparkan di depan dewan guru sudah dapat membuka penyelewengan anggaran sekolah yang kemungkinan tersembunyi dibalik "rahasia kepala sekolah".

Olehnya itu, jika kita ingin meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan maka kita harus merubah gaya kepemimpinan dan manajemen sekolah. Proses pengangkatan kepala sekolah harus melalui prosedur tanpa melibatkan kepentingan politik atau jika perlu kepala sekolah diangkat langsung oleh pemerintah pusat sehingga dapat mengurangi campur tangan para pemimpin yang sangat sarat dengan kepentingan pribadi dan nuansa politik, jika setiap kebijakan pemerintah mau dilaksanakan pada tingkat satuan pendidikan.

Video Pembelajaran di Kelas

Berikut file-file yang dapat anda unduh guna memperkaya referensi dalam meningkatkatkan kompetensi diri


Model Pembelajaran Jigsaw
Panduan Antisipasi Pembelajaran
Model Pembelajaran Kontekstual (CTL)
Model Pembelajaran Kepala Bernomor 

Profil Lembaga Negara

Penulisan buku ini dilakukan untuk menyampaikan dan memberikan informasi mengenai hal-hal sebagai berikut:
1. Memberikan gambaran teori-teori lembaga yudikatif
2. Mendiskripsikan tentang sejarah singkat lembaga-lembaga negara rumpun yudikatif
3. Memberikan gambaran tentang keberadaan lembaga-lembaga negara rumpun yudikatif
4. Menjelaskan tentang fungsi dan kewenangan yang menonjol dari lembaga yudikatif
    seperti proses pengujian undang-undang, proses pengawasan perilaku dan kode etik hakim.

Berikut ini judul buku yang telah diterbitkan:
No Judul Buku
1 Profil Lembaga Negara Rumpun Legislatif
2 Profil Lembaga Negara Rumpun Yudikatif

Sepatu antikekerasan seksual sempat dilecehkan

Bogor - Sepatu antikekerasan seksual hasil karya Hibar S Gafur (14) siswa kelas VIII SMPN 1 Kota Bogor yang meraih medali emas dalam kompetisi International Exhibition of Young Investor (IEYI) di Malaysia, sempat dilecehkan.
Hibar di Bogor, Selasa, mengisahkan pengalamannya saat menghadiri IEYI di Malaysia, dua hari sebelum pengumuman kemenangnya, saat ia menjaga stand pameran tempat sepatunya dipamerkan.

Diceritakannya, saat itu ada tiga pengunjung pameran dari Malaysia datang ke standnya. Hibar berkeyakinan tiga pengunjung itu adalah guru dari negeri Jiran. "Salah satu bapak itu bertanya kepada saya, ini (sepatu) apa, saya menjelaskan ini sepatu listrik antikekerasan seksual," katanya.

Kemudian, kata dia, lelaki tersebut bertanya lebih detail soal listrik. "Saya tidak bisa menjawab, karena saya belum belajar mengenai itu, apalagi saya baru murid SMP yang belum mempelajari rangkaian-rangkaian fisika seperti anak kuliahan," kata Hibar.

Tidak sampai di situ, kata Hibar, pengunjung itu tetap bertanya mengenai penemuan siswa yang masih berusia 14 tahun ini. Hingga akhirnya ia menilai penemuan Hibar tidak ada apa-apanya.

"Ini karya apa? Orang Indonesia tidak ada apa-apanya, kalah sama Malaysia," ujar Hibar menirukan ucapan pengunjung tersebut yang disampaikan dalam bahasa Inggris. Mendapati hasil karyanya tidak dihargai, Hibar kecewa dan sedih, bahkan sempat menangis.

Namun, teman-teman yang ada di stand langsung menyemangatinya agar dirinya tidak kecewa. "Ya, saya sedih aja, saya tidak bisa jawab pertanyaannya," kata Hibar.

Selang sehari setelah pameran berlangsung, saat pengumuman pemenang kompetisi IEYI, kesedihan Hibar terbayarkan.

Ia tidak menyangka sepatu antikekerasan seksuali hasil karyanya itu meraih medali emas untuk kategori Safety and Health. "Ya, rasanya tidak menyangka aja, rasanya terbayarkan, rasa kecewa karena sempat diolok-olok pengunjung, justru malah dapat emas," katanya.

Sekembali dari Malaysia, Hibar bisa membuat bangga teman-teman dan sekolahnya atas prestasinya meraih medali emas dalam kompetisi internasional IEYI di Malaysia.

"Kami bangga, teman sekolah kami bisa menang di tingkat internasional," ujar Sakti Nugraha, teman sekelas Hibar.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah SMPN 1 Kota Bogor, Budiman BW, mengatakan, pengalaman yang dialami Hibar menjadi penyemangat bagi murid-murid lainnya untuk menunjukkan prestasinya agar tidak kalah dengan bangsa lain.

"Kami ceritakan kisah Hibar ini kepada anak-anak agar menjadi motivasi kepada mereka untuk terus belajar dan berkarya agar kita tidak kalah dengan bangsa lain," ujarnya.


sumber: http://www.antaranews.com/berita/374564/sepatu-antikekerasan-seksual-sempat-dilecehkan

Dilema Kurikulum 2013

Masih tahap uji publik dan sosialiasi alias belum diterapkan, tantangan yang dihadapi sudah banyak. Mulai dari penggunaan anggaran yang sangat besar, pementahan alasan, sampai dengan kelemahan kandungan isi dari kurikulum 2013 ini.

Beberapa hari lalu saya sempat berdiskusi dengan beberapa guru. Ternyata guru-guru tersebut tidak memahami kandungan isi dari kurikulum 2013 apalagi saya padahal pada 1 Juni atau tahun ajaran baru 2013/2014 Kurikulum 2013 mulai diterapkan. Dengan waktu yang sangat mepet tersebut mungkinkan kurikulum 2013 dapat merubah wajah pendidikan di Indonesia?

Persoalan ketidaktahuan guru atas kandungan isi kurikulum 2013 bisa saja di atasi sambil jalan, akan tetapi alasan bahwa pergantian kurikulum adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan sepertinya semakin membuka kelemahan pemerintah. Hasil UN 2013 untuk tingkat SMA menghasilkan 2 tinjauan yang menurut saya inilah dilema kurikulum 2013.
1. Jika benar bahwa hasil UN SMA adalah murni maka berarti kurikulum KTSP tidak bisa dianggap gagal. Dengan demikian tidak ada alasan bagi pemerintah untuk mengganti kurikulum pendidikan. UN merupakan hasil dari semua proses yang melibatkan semua instrumen pendidikan.
2. Jika hasil UN adalah rekayasa pemerintah untuk menutupi kekurangan saat penyaluran naskah UN berarti pemerintah telah melakukan tindakan bukan hanya merusak citra pendidikan tetapi juga dapat menghancurkan tatanan pendidikan yang sudah tertata rapi. Dan yang paling parah adalah pemerintah telah melakukan pembohongan publik.

Oleh karena itu, kontroversi kurikulum 2013 harus segera dihentikan dengan jalan menunda pelaksanaannya sampai semua instrumen terpenuhi karena menyangkut pertaruhan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah utamanya kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan.

Kurikulum 2013 : Pertarungan Ambisi dan Tanggung jawab

Dunia pendidikan pada saat ini mengalami guncangan, penyebabnya adalah keinginan pemerintah mengganti kurikulum KTSP menjadi kurikulum 2013. Cukup banyak alasan pemerintah untuk mengganti kurikulum KTSP dengan kurikulum 2013 yang disampaikan melalui tahapan sosialisasi dan uji publik. Disini saya tidak akan mengulas kandungan kurikulum 2013 tersebut juga saya tidak menyajikan kelebihan dan kekurangannya tetapi saya hanya melihat dari sisi yang lain.

Setelah saya membaca berbagai berita, artikel, forum diskusi bahkan perkembangan sosialisasi tentang kurikulum 2013, hati saya menjadi takut dan ingin mengatakan kenapa dunia pendidikan dijadikan ajang pertarungan antara ambisi dan tanggung jawab. Pemerintah melalui kemendiknas terus memaksakan kurikulum 2013 walaupun ditentang oleh banyak orang. Disisi lain para pejuang pendidikan yang menolak kurikulum 2013 juga tidak kalah sengitnya melawan produk pemerintah tersebut. Ada apa dengan pendidikan?

Pergantian kurikulum pendidikan di Indonesia bukanlah hal yang baru, sudah banyak kali kurikulum berganti bahkan ada yang baru berjalan kurang lebih 4 tahun sudah diganti dengan alasan tidak dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Pergantian demi pergantian selalu berjalan mulus dalam arti semua komponen dapat menerima pergantian kurikulum tersebut akan tetapi kenapa kurikulum 2013 mendapat sorotan dan penolakan yang sangat keras?

Tulisan ini mungkin terlalu berputar-putar, hal ini karena terlalu sulit saya mengurai isi otak saya kedalam bentuk kalimat, walaupun demikian saya berharap teman-teman dapat memahami maksud dari isi tulisan yang saya buat ini.

Pergantian kurikulum KTSP ke kurikulum 2013 terlalu dipaksakan, informasi terkini yang saya dapat bahwa kurikulum 2013 ini akan diterapkan pada kelas-kelas eks RSBI. Menurut saya, tanpa kurikulum sekalipun jika kelas eks RSBI pasti kualitasnya berada di atas rata-rata, jadi tidaklah bijak jika pemerintah menjadikan eks RSBI sebagai tempat untuk mengukur keberhasilan kurikulum 2013. 

Kurikulum 2013 sarat dengan ambisi dapat dilihat dari jumlah anggaran yang dikeluarkan untuk membiayai semua tahapan penerapan kurikulum ini. Selain dari segi anggaran saya sangat menyayangkan keegoisan para konseptor kurikulum 2013 yang katanya adalah para Doktor dan Profesor. Saya melihat para konseptor ini menjadikan kurikulum 2013 sebagai bentuk penelitian yang kemungkinan untuk mendukung teori-teori yang mereka rumuskan.

Disisi lain, nasib jutaan generasi muda dan wajib belajar ditentukan oleh rumusan pendidikan yang salah satunya adalah dukungan kurikulum. Sehingga pelaku pendidikan merasa bertanggung jawab atas berhasil tidaknya pendidikan, tanggung jawab inilah yang memaksa mereka untuk menelaah dan menganalisa sedalam-dalamnya kandungan kurikulum 2013 serta kelebihan dan kekurangannya. Dari hasil analisa mereka menyimpulkan untuk menolak kurikulum 2013 karena akan membahayakan dunia pendidikan kedepan.

Pada saat ini saya merasa dunia pendidikan harus diselamatkan. Pertarungan antara masyarakat umum dengan para konseptor kurikulum 2013 yang memakai kendaraan kemendiknas membuat kebingungan para guru dan pemerintah pun beberapa kali menarik kembali keputusannya yang pada akhirnya dinilai plin-plan alias tidak berpendirian. Belum lagi pengaruh-pengaruh dari dunia politik yang terus menjadi hantu dalam dunia pendidikan seperti pasca pilkada biasanya diikuti dengan mutasi, perpindahan dan pergantian kepala sekolah.

Pengertian Akad

Pengertian akad menurut etimologi adalah ikatan antara dua perkara, baik ikatan secara nyata maupun ikatan secara maknawi, dari satu segi maupun dari dua segi. Bisa juga berarti sambungan (العقدة), janji (العهد)

Menurut Ahmad Azhar Basjir dalam Asas –asas Hukum Muamalat, akad adalah suatu perikatan antara ijab dan kabul dengan cara yang dibenarkan syara’ yang menetapkan adanya akibat-akibat hukum pada obyeknya. Ijab adalah pernyataan pihak pertama mengenai isi perikatan yang dinginkan, sedang kabul adalah pernyataan pihak kedua untuk menerimanya

Menurut terminology ulama fiqh akad ditinjau dari dua segi, yaitu secara umum dan secara khusus.

Pengertian secara umum tentang akad adalah segala sesuatu yang dikerjakan oleh seseorang  berdasarkan keinginannya sendiri, seperti wakaf, talak, pembebasan, atau sesuatu yang pembentukannya membutuhkan keinginan dua orang seperti jual beli, perwakilan dan gadai. Pengertian secara khusus menurut ulama fiqh adalah perikatan yang ditetapkan dengan ijab qabul berdasarkan ketentuan syara’ yang berdampak pada obyeknya.

Kemudian dari defenisi ini dapat disimpulkan bahwa, perikatan merupakan suatu kesepatan antara dua pihak atau lebih untuk melakukan suatu perbuatan tertentu, dilakukan dengan suka rela, dan menimbulkan kewajiban atas masing-masing secara timbal balik.  Di dalam hukum kalau perbuatan itu mempunyai akibat hukum maka perbuatan tersebut diistilahkan dengan perbutan hukum.

Perbuatan hukum adalah segala perbuatan yang dilakukan oleh manusia secara sengaja untuk menimbulkan hak dan kewajiban.  

Tujuan Akad
Kaidah umum dalam ajaran Islam menetukan bahwa setiap orang yang melakukan perbuatan dalam keadaan sehat dan bebas menentukan pilihan (tidak dipaksa) pasti mempunyai tujuan tertentu yang mendorongnya melakukan perbuatan. Oleh karena itu, maka tujuan akad memperoleh tempat penting untuk menentukan apakah suatu akad dipandang sah atau tidak, dipandang halal atau haram.

Yang dimaksud dengan tujuan akad adalah maksud utama disyari'atkan akad.  Tujuan akad ini harus benar dan sesuai dengan ketentuan syara’. Tujuan akad dipandang sah dan mempunyai akibat-akibat hukum diperlukan adanya syarat tujuan sebagai berikut :
  1. Tujuan akad tidak merupakan kewajiban yang telah ada atas pihak-pihak yang bersangkutan tanpa akad yang diadakan, tujuan hendaknya baru ada pada saat akad diadakan.
  2. Tujuan harus berlangsung adanya hingga berakhirnya pelaksanaan akad.
  3. Tujuan akad harus dibenarkan oleh syara'.

Berdasarkan pada pernyataan syarat tujuan akad yang tertera di atas hal itu sudah jelas dan diakui oleh syara’ akan tetapi suatu tujuan erat kaitannya dengan berbagai bentuk aktivitas yang dilakukan contohnya dalam hal jual beli tujuannya untuk memindahkan hak milik penjual kepada pembeli.

Rukun dan Syarat Akad
a. Rukun Akad

Setelah diketahui bahwa akad merupakan suatu perbuatan yang sengaja dibuat dua orang atau lebih, berdasarkan keridaan masing-masing, maka timbul bagi kedua belah pihak hak dan iltijam yang diwujudkan oleh akad.   Adapun rukun-rukun akad adalah sebagai  berikut :

1). ‘Aqid   ialah orang yang berakad dan terlibat langsung dengan akad, contoh: penjual dan pembeli
2). Ma’qud’alaih yaitu sesuatu yang diakadkan, contoh: harga atau yang dihargakan.
3). Sịgat 'aqad yakni ijab dan qabul.

Menurut ulama Hanafiyah rukun akad hanya satu yaitu, sigat akad yang terdiri dari ijab dan qabul.

Sedangkan unsur–unsur akad adalah sesuatu yang merupakan pembentukan akad. Berikut ini adalah uraian yang lebih rinci dari unsur rukun akad tersebut :

Unsur pertama : Sigat akad
Sigat akad adalah sesuatu yang disandarkan dari dua pihak yang berakad yang menunjukkan atas apa yang ada di hati keduanya tentang terjadinya suatu akad. Sigat akad dapat dilakukan dengan ucapan, perbuatan, isyarat dan tulisan.

Unsur Kedua : Al-‘aqid (orang yang berakad)
Orang yang berakad disyaratkan harus ahli dan memiliki kemampuan untuk melakukan akad. Menurut ulama Malikiyah dan Hanafiyah orang yang berakad harus berakal, yakni sudah mumayyis. Sedangkan ulama Syafi’iyah dan Hanabilah mensyaratkan orang yang berakad harus balig, berakal dan mampu memelihara agama dan hartanya.

Unsur ketiga : Mahal al-'Aqd atau al-Ma'qud 'alaih
Mahal al-'Aqd atau al-Ma'qud 'alaih adalah sesuatu yang dijadikan obyek akad. Adapun obyek akad ini fuqaha menetapkan lima syarat yang harus dipenuhi oleh obyek akad.

a)    Obyek akad harus ada ketika berlangsung akad
Berdasarkan syarat ini barang yang tidak ada ketika akad tidak sah dijadikan obyek akad. Namun ada perbedaan pendapat tentang akad atas barang yang tidak tampak. Ulama Syafi’iyah dan

Hanafiyah melarang secara mutlak berbagai urusan atau barang yang tidak tampak, kecuali dalam beberapa hal, seperti upah mengupah dan menggarap tanah.  Ulama Malikiyah hanya menetapkan pada akad yang sifatnya saling menyerahkan mu’awadah dalam urusan harta, sedang yang bersifat tabarru’ mereka tidak mensyatarkannya.

b)    Obyek akad harus sesuai dengan ketentuan syara’
c)    Dapat diserah terimakan ketika akad berlangsung.
d)    Obyek akad harus diketahui oleh pihak 'aqid
e)    Obyek akad harus suci.
Pembahasan pada unsur-unsur rukun akad ini bahwa keseluruhan fuqaha sepakat, akan tetapi perbedaannya terletak pada unsur obyek akad yang terdapat pada syarat yang kelima, yaitu pada kesucian obyek akad, ulama Hanafiyah mengatakan hal ini tidak termasuk ke dalam persyaratan obyek akad.     

Syarat-Syarat Akad 

Berdasarkan unsur akad yang telah dibahas sebelumnya ada beberapa konsekuensi hukum dalam  macam syarat-syarat akad, yaitu syarat terjadinya akad, syarat sah, syarat memberikan dan syarat keharusan luzum.

1) Syarat terjadinya akad
Syarat terjadinya akad segala sesuatu yang disyaratkan untuk terjadinya akad secara syara', jika tidak memenuhi maka batal, syarat ini ada dua bagian : Pertama, umum yakni syarat-syarat yang harus ada pada setiap akad. Kedua,  khusus yakni syarat-syarat yang harus ada pada sebagian akad, dan tidak disyaratkan pada bagian lainnya.

 2) Syarat sah
Syarat sah adalah syarat yang ditetapkan oleh syara' yang berkenaan untuk menerbitkan atau tidak adanya akibat hukum yang ditimbulkan oleh akad. Jika tidak dipenuhi akadnya menjadi fasid (rusak). Ulama Hanafiyah mensyaratkan terhindarnya seseorang dari enam kecacatan dalam jual beli, yaitu kebodohan, paksaan, pembatasan waktu, perkiraan, ada unsur kemadaratan dan syarat-syarat jual beli rusak.

 3) Syarat pelaksanaan akad
Dalam pelaksanaan akad ada dua syarat yaitu kepemilikan dan kekuasaan. Kepemilikan adalah sesuatu yang dimiliki oleh seseorang sehingga ia bebas untuk beraktivitas dengan apa-apa yang dimilikinya dan sesuai dengan aturan syara'. Adapun kekuasaan adalah kemampuan seseorang dalam bertasaruf sesuai dengan ketentuan syarat, baik secara asli, yakni dilakukan oleh dirinya sendiri maupun sebagai pengganti atau menjadi wakil seseorang. 

 4) Syarat kepastian hukum luzum  

Dasar dalam akad adalah kepastian dan ini suatu syarat yang ditetapkan oleh syara'  berkenaan kepastian sebuah akad. Di antaranya syarat luzum dalam jual beli adalah terhindarnya dari beberapa khiyar jual beli, seperti khiyar syarat, khiyar 'aib dan lain-lain.

Pada pelaksanaan seperti melakukan suatu transaksi harus berlandaskan pada persyaratan akad, hal ini sesuai dengan persyaratan-persyaratan yang tertera pada syarat di atas.

Adapun secara umum suatu syarat yang dinyatakan sah adalah sebagai berikut :

a)    Tidak menyalahi hukum syari'ah yang disepakati
b)    Harus sama rida dan ada pilihan
c)    Obyeknya harus jelas

Begitu pula halnya tentang pembatalan perjanjian tidak mungkin dilaksanakan, sebab dasar perjanjian adalah kesepakatan kedua belah pihak yang terikat dalam perjanjian tersebut, namun demikian pembatalan perjanjian dapat dilakukan apabila :

a)    Jangka waktu perjanjian telah berakhir.
b)    Salah satu pihak menyimpang dari apa yang diperjanjikan.
c)    Jika ada bukti kelancangan dan bukti penghianatan (penipuan).

Pembagian Macam-Macam Akad
Akad dibagi sesuai dengan segi tinjauan pembagiannya  menjadi tiga macam  yaitu ditinjau dari sifat dan hukumnya, dari segi wataknya atau hubungan tujuan dengan sigatnya, dan dari segi akibat-akibat hukumnya.

.
1. Akad dari segi sifat dan hukumnya

Dari segi sifat dan hukumnya akad dibagi menjadi dua macam, yaitu akad yang sah dan akad yang tidak sah.

Suatu akad dinamakan akad sah apabila terjadi pada orang-orang yang berkecakapan, obyeknya dapat menerima hukum akad dan pada akad itu tidak terdapat hal-hal yang menjadikannya dilarang syara’. Dengan kata lain akad sah adalah akad yang dibenarkan syara’ ditinjau dari rukun-rukunnya maupun pelaksanaannya.

Akad sah dibagi menjadi dua yaitu akad yang dapat dilaksanakan tanpa bergantung pada hal-hal lain nafiz, dan akad yang bergantung pada hal-hal lain. Akad yang dapat dilaksanakan tanpa bergantung kepada hal-hal lain mauquf . Akad mauquf dapat dibagi dua yaitu yang mengikat secara pasti, tidak boleh difasakh, dan yang tidak mengikat secara pasti, dapat difasakh oleh dua pihak atau oleh satu pihak.

Akad yang tidak sah dapat dibagi dua, yaitu akad yang rusak dan akad yang batal. Suatu akad disebut akad rusak apabila dilakukan oleh orang-orang yang memenuhi syarat kecakapan terhadap obyek yang dapat menerima hukum akad, tetapi padanya terdapat hal-hal yang tidak dibenarkan oleh syara’. Sedangkan akad batal apabila terjadi pada orang-orang yang tidak memenuhi syarat-syarat kecakapan atau obyeknya tidak dapat menerima hukum akad.  

2.  Akad dari segi wataknya

Akad ditinjau dari segi wataknya atau dari hubungan hukum dan sigatnya di bagi menjadi lima, yaitu;
  1. Akad munjaz adalah akad yang mempunyai akibat hukum seketika setelah terjadi ijab dan qabul.
  2. Akad bersandar pada waktu mendatang yaitu apabila suatu akad tidak dilaksanakan seketika, ada dua kemungkinan; bersandar pada waktu mendatang atau bergantung atas adanya syarat.
  3. Akad bersyarat adalah suatu akad yang digantungkan atas adanya syarat tertentu.
  4. Akad fauri adalah akad yang dapat segera dapat dilaksanakan setelah terjadinya, dalam arti bahwa tujuan akad tercapai setelah terjadi ijab dan qabul, seperti jual beli barang secara tunai, akad nikah dan sebagainya.
  5. Akad adalah akad yang pelaksanaannya memerlukan waktu panjang setelah terjadinya, dalam arti bahwa tujuan akad baru tercapai setelah melalui waktu tertentu, seperti akad sewa menyewa.

3. Akad ditinjau dari akibat hukumnya  
Akibat hukum akad tergantung pada tujuan seseorang melakukan akad tersebut, yaitu:
  1. Pemberian hak milik dengan imbalan disebut akad tukar menukar    mu’awadah, yang tanpa imbalan disebut akad kebajikan tabarru’.
  2. Akad berbentuk melepaskan hak tanpa atau dengan ganti di sebut akad pelepasan hak isqat.
  3. Jika akad bertujuan melepaskan kekuasaan untuk melakukan suatu   perbuatan kepada orang lain, seperti memberikan kuasa kepada seseorang atas namanya, maka akad ini disebut akad pelepasan itlaq.
  4. Jika akad bertujuan yang sebaliknya, yakni mengikat dari wewenang berbuat yang semula dimilikinya, disebut akad pengikatan takyid.
  5. Jika akad bertujuan bekerja sama untuk memperoleh suatu  hasil/keuntungan disebut akad persekutuan syirkah.
  6. Jika akad bertujuan untuk memperkuat akad yang lain, seperti akad gadai untuk memperkuat utang piutang, disebut akad pertanggungan daman.   

Berakhirnya Akad
Berakhirnya akad karena dua hal, yang pertama akad berakhir apabila telah tercapai tujuannya, misalnya dalam jual beli akad berakhir apabila barang telah berpindah milik kepada pembeli dan harganya telah menjadi milik penjual. Kedua akad berakhir apabila terjadi fasakh atau berakhir waktunya.
Fasakh terjadi karena sebab-sebab sebagai berikut:
  1. Difasakh karena adanya hal-hal yang tidak dibenarkan syara’, seperti yang disebutkan dalam akad rusak; misalnya jual beli barang yang tidak memenuhi syarat kejelasan.
  2. Karena adanya khiyar; baik khiyar rukyat, cacat, syarat, atau majlis.
  3. Karena salah satu pihak dengan persetujuan pihak lain membatalkan, fasakh cara ini disebut iqalah.
  4. Karena kewajiban yang ditimbulkan oleh adanya akad tidak dipenuhi oleh pihak pihak bersangkutan.
  5. Karena habis waktunya, seperti dalam akad sewa menyewa berjangka waktu tertentu.  


Daftar Pustaka

Wahbah al-Zuhaili, Al-Fiqh al-Islami wa Adilatuh, (Damsyik: Dar al-Fikr, 1989).

Ahmad Azhar Basyir, Asas-asas Hukum Muamalat, (Yogyakarta: Fakultas Hukum UII, 1993).

Rachmat Syahe’i, Fiqh Muamalah, (Bandung: CV. Pustaka Setia, 2001).

Ibnu Abidin, Radd al-Mukhtar ‘ala ad-Dar al-Mukhtar, (Mesir: Mustafa al-Babi al-Halabi wa Auladah, 1966)

Chairuman Pasaribu dan Suhrawardi K. Lubis, Hukum Perjajian dalam Islam, cet 2, (Jakarta : Sinar Grafika, 1996)

Ahmad Azhar Basyir, Asas-Asas Hukum Muamalat

Hendi Suhendi, Fiqh Muamalah, (Jakarta:  PT. Raja Grafindo Persada, 2002)



Perkembangan Bahasa Indonesia Di Era Globalisasi

Kita tengah memasuki abad XXI. Abad ini juga merupakan milenium III perhitungan Masehi. Perubahan abad dan perubahan milenium ini diramalkan akan membawa perubahan pula terhadap struktur ekonomi, struktur kekuasaan, dan struktur kebudayaan dunia.

Arus globalisasi menimbulkan pengubah sosial yang menurut Emil Salim (1990) menimpa empat bidang kekuatan yang menonjol daya dobraknya. Keempat bidang kekuatan itu, yakni pertama gelombang perkembangan yang amat tinggi dalam bidang IPTEK. Gelombang kedua, yakni bidang ekonomi, misalnya yang dapat kita amati penyatuan pasar Eropa Barat, AS, dan Kanada. Kecenderungan ini merupakan perilaku ekonomi global yang praktis telah mencakup sebagian wilayah di dunia ini tanpa mengenal batas. Gelombang ketiga, yakni masalah lingkungan hidup, misalnya kalau terjadi pencemaran laut di Selat Malaka, dampaknya tidak hanya dirasakan Malaysia, Singapura, dan Indonesia, tetapi juga di negara tetangga lainnya. Gelombang keempat, yakni bidang politik sehingga dewasa ini tak ada lagi suatu negara yang hanya memeprtaruhkan potensi yang terdapat di dalam negaranya.

Arus globalisasi itu telah menimbulkan pengubah sosial yang dalam waktu-waktu yang akan datang akan terjelma dalam perilaku sosial, baik perilaku sosial bermasalah maupun perilaku sosial yang positif . Kenyataan menunjukkan di mana-mana selalu digebyarkan kata atau urutan kata persaingan, harga bersaing, persaingan global, kalah bersaing, dan memasuki persaingan global.


Arus globalisasi tentu saja akan mempengaruhi seluruh aspek kehidupan dan penghidupan manusia sejagat. Pengaruh itu, anara lain akan terlihat dalam bidang pendidikan dan kebudayaan. Salah satu pokok yang dihadapi dunia pendidikan adalah masalah identitas bangsa.

Kalau kita berbicara identitas bangsa, mau tidak mau kita akan berbicara tentang kebudayaan, dan kalau kita berbicara tentang kebudayaan, mau tidak mau kita akan mempersoalkan bahasa. Itu sebabnya Makagiansar (1990) menekankan perlunya kesadaran tentang identitas budaya, bahkan Emil Salim (1990) menyatakan upaya mempertahankan identias merupakan prioritas yang harus diperjuagkan mati-matian dengan cirri utama keseimbangan antara aspek material dan spiritual. Pengaruh arus globalisasi dalam identitas bangsa itu tecermin, antara lain, dari sikap lebih mengutamakan penggunaan bahasa asing (disingkat BA) daripada penggunaan BI, misalnya dalam penamaan kompleks perumahan, dan sikap mementingkan kegiatan tertentu, misalnya demi kegiatan pengembangan pariwisata dan bisnis. Syukurlah sikap seperti itu mulai disadari, dan diambil langkah-langkah nyata mengganti kata-kata asing dengan kata-kata Indonesia.

Fenomena paling menonjol yang tengah terjadi pada kurun waktu ini adalah terjadinya proses globalisasi. Proses perubahan inilah yang disebut Alvin Toffler sebagai gelombang ketiga, setelah berlangsung gelombang pertama (agrikultiur) dan gelombang kedua (industri). Perubahan yang demikian menyebabkan terjadinya pula pergeseran kekuasaan dari pusat kekuasaan yang bersumber pada tanah, kemudian kepada kapital atau modal, selanjutnya (dalam gelombang ketiga) kepada penguasaan terhadap informasi (ilmu pengetahuan dan tekhnologi).

Proses globalisasi ini lebih banyak ditakuti daripada dipahami untuk kemudian diantisipasi dengan arif dan cermat. Oleh rasa takut dan cemas yang berlebihan itu, antisipasi yang dilakukan cenderung bersifat defensif membangun benteng-benteng pertahanan dan merasa diri sebagai objek daripada subjek di dalam proses perubahan.

Bagaimana dengan bahasa dan sastra? Apakah yang terjadi dengan bahasa dan sastra Indonesia di dalam proses globalisasi? Apakah yang harus dilakukan dan kebijakan yang bagaiman yang harus diambil dalam hubungan sastra Indonesia dalam menghadapi proses globalisasi atau di dalam era pasar bebas?

Mitos yang hidup selama ini tentang globalisasi adalah bahwa proses globalisasi akan membuat dunia seragam. Proses globalisasi akan menghapus identitas dan jati diri . Kebudayaan lokal dan etnis akan ditelan oleh kekuatan budaya besar atau kekuatan budaya global.

Anggapan atau jalan pikiran yang demikian tidak sepenuhnya benar. Kemajuan teknologi komunikasi memang telah membuat batas-batas dan jarak menjadi hilang dan tidak berguna. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknolgi telah membuat surutnya peranan kekuasaan ideologi dan kekuasaan negara. Akan tetapi, Jhon Naisbitt dalam bukunya Global Paradox memperlihatkan hal yang justru bersifat paradoks dari fenomena globalisasi. Di dalam bidang ekonomi, misalnya, Naisbitt mengatakan “Semakin besar dan semakin terbuka ekonomi dunia, semakin perusahaan-perusahaan kecil dan sedang akan mendominasi”. Ia di dalam bukunya itu juga mengemukakan pokok-pokok pikiran lain yang paradoks sehubungan dengan masalah ini. “Semakin kita menjadi universal, tindakan kita semakin bersifat kesukuan”, “berfikir lokal, bersifat global.” Ketika bahasa Inggris menjadi bahasa kedua bagi semua orang, bahasa pertama, bahasa ibu mereka, menjadi lebih penting dan dipertahankan dengan lebih giat.

Dari pernyataan Naisbitt itu, kalau kita mempercayai, proses globalisasi tetap menempatkan masalah lokal ataupun masalah etnis (tribe) sebagai masalah yang penting yang harus dipertimbangkan. Dalam bukunya yang lain Megatrends 2000, Naisbitt juga mengatakan bahwa era yang akan datang adalah era kesenian dan era pariwisata. Orang akan membelanjakan uangnya untuk bepergian dan menikmati karya-karya seni. Peristiwa-peristiwa kesenian yang akan menjadi perhatian utama dibandingkan peristiwa-peristiwa olahraga yang sebelumnya lebih mendapat tempat.

“Berpikir lokal, bertindak global”, seperti yang dikemukakan Naisbitt itu, pastilah akan menempatkan masalah bahasa dan sastra, khususnya bahasa dan sastra Indonesia, sebagai sesuatu yang penting di dalam era globalisasi. Proses berpikir tidak akan mungkin dilakukan tanpa bahasa. Bahasa yang akrab untuk masyarakat (lokal) Indonesia adalah bahasa Indonesia. Proses berpikir dan kemudian dilanjutkan proses kreatif, proses ekspresi, akan melahirkan karya-karya sastra, yakni karya sastra Indonesia.

Di dalam sejarahnya, bahasa Indonesia telah berkembang cukup menarik. Bahasa Indonesia yang tadinya hanya merupakan bahasa Melayu dengan pendukung yang kecil telah berkembang menjadi bahasa Indonesia yang besar. Bahasa ini telah menjadi bahasa lebih dari 200 juta rakyat di Nusantara Indonesia. Sebagian besar di antaranya juga telah menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama. Bahasa Indonesia yang tadinya berkembang dari bahasa Melayu itu telah “menggusur” sejumlah bahasa lokal (etnis) yang kecil. Bahasa Indonesia yang semulanya berasal dari bahasa Melayu itu bahkan juga menggeser dan menggoyahkan bahasa etnis-etnis yang cukup besar, seperti bahasa Jawa dan bahasa Sunda. Bahasa Indonesia telah menjadi bahasa dari masyarakat baru yang bernama masyarakat Indonesia. Di dalam persaingannya untuk merebut pasar kerja, bahasa Indonesia telah mengalahkan bahasa-bahasa daerah yang ada di Indonesia. Bahasa Indonesia juga telah tumbuh dan berkembang menjadi bahasa yang modern pula.

Perkembangan yang demikian akan terus berlanjut. Perkembangan tersebut akan banyak ditentukan oleh tingkat kemajuan masyarakat dan peranan yang strategis dari masyarakat dan kawasan ini di masa depan. Diramalkan bahwa masyarakat kawasan ini, yaitu Indonesia, Malasyia, Thailand, Vietnam, Brunai Darussalam, dan Filipina akan menjadi salah satu global-tribe yang penting di dunia. Jika itu terjadi, bahasa Indonesia (lebih jauh bahasa Melayu) juga akan menjadi bahasa yang lebih bersifat global. Proses globalisasi bahasa Melayu (baru) untuk kawasan Nusantara, dan bahasa-bahasa Melayu untuk kawasan Asia Pasifik (mungkin termasuk Australia) menjadi tak terelakkan. Peranan kawasan ini (termasuk masyarakatnya, tentu saja) sebagai kekuatan ekonomi, industri dan ilmu pengetahuan yang baru di dunia, akan menentukan pula bagaimana perkembangan bahasa Indonesia (dan bahasa Melayu) modern. Bahasa dan sastra Indonesia sudah semenjak lama memiliki tradisi kosmopolitan. Sastra modern Indonesia telah menggeser dan menggusur sastra tradisi yang ada di pelbagai etnis yang ada di Nusantara.

Perubahan yang terjadi itu tidak hanya menyangkut masalah struktur dan bahasa, tetapi lebih jauh mengungkapkan permasalahan manusia baru (atau lebih tepat manusia marginal dan tradisional) yang dialami manusia di dalam sebuah proses perubahan. Lihatlah tokoh-tokoh dalam roman dan novel Indonesia. Lihatlah tokoh Siti Nurbaya di dalam roman Siti Nurbaya, tokoh Zainudin di dalam roman Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, tokoh Hanafi di dalam roman Salah Asuhan, tokoh Tini, dan Tono di dalam novel Belenggu, sampai kepada tokoh Lantip di dalam roman Priyayi. Mereka adalah tokoh-tokoh yang berusaha masuk ke dunia yang baru, dunia yang global, dengan tertatih-tatih.

Dengan demikian, satra Indonesia (dan Melayu) modern pada hakikatnya adalah sastra yang berada pada jalur yang mengglobal itu. Sebagaimana dengan perkembangan bahasa Indonesia, sastra Indonesia tidak ada masalah dalam globalisasi karena ia memang berada di dalamnya. Yang menjadi soal adalah bagaimana menjadikan bahasa dan sastra itu memiliki posisi yang kuat di tengah-tengah masyarakatnya. Atau lebih jauh, bagaimana langkah untuk menjadikan masyarakatnya memiliki posisi kuat di tengah-tengah masyarakat dunia (lainnya).

Kalau merujuk kepada pandangan-pandangan Alvin Toffler atau John Naisbitt, dua peramal masa depan tanpa bola-bola kristal, bahasa Indonesia dan sastra Indonesia akan menjadi bahasa (dan sastra) yang penting di dunia.

Proses globalisasi kebudayaan yang terjadi mengakibatkan berubahnya paradigma tentang “pembinaan” dan “pengembangan” bahasa. Bahasa Indonesia pada masa depan bukan hanya menjadi bahasa negara, melainkan juga menjadi bahasa dari suatu tribe (suku) yang mengglobal. Bahasa tersebut harus mampu mengakomodasikan perubahan-perubahan dan penyesuaian-penyesuaian yang mungkin dihadapi. Mekanisme pembinaan dan pengembangan tidaklah ditentukan oleh suatu lembaga, seperti Pusat Bahasa, tetapi akan amat ditentukan oleh mekanisme “pasar”. Pusat Bahasa tidak perlu terlalu rewel dengan “bahasa yang baik dan benar”. Politik bahasa yang terlalu bersifat defensif harus ditinggalkan.

Di dalam kehidupan sastra juga diperlukan suatu politik sastra. Sastra Indonesia harus lebih dimasyarakatkan, tidak saja untuk bangsa Indonesia, tetapi juga untuk masyarakat yang lebih luas. Penerbitan karya-karya sastra harus dilakukan dalam jumlah yang besar. Sekolah-sekolah dan perguruan tinggi semestinya menjadi tempat untuk membaca karya-karya sastra. Pengajaran sastra haruslah menjadikan karya-karya sastra sebagai sumber pengajaran.

Di dalam proses globalisasi, posisi yang harus diambil bukan sebagai objek perubahan, melainkan harus menjadi subyek. Bahasa dan sastra (Indonesia) amat potensial menjadi bahasa dan sastra yang diperhitungkan di dalam dunia global.

Jika dunia Melayu (dan Indonesia) akan hadir sebagai salah satu global-tribe di dunia dan kawasan Asia Pasifik, bahasa dan sastranya harus juga berkembang ke arah itu. Bahasa Melayu (dan Indonesia) harus siap menerima peranan yang demikian. Sastra Indonesia harus tetap menjadi sastra yang unik di tengah-tengah dunia yang global. Bahasa dan sastra Indonesia (Melayu) harus mampu menjadikan kekuatan budaya (global-trible) yang baru itu. Untuk itu, diperlukan suatu politik bahasa ( dan sastra) yang terbuka, bukan bersifat defensif.
 

Terbaru

Masukkan Email Anda

Archives

Info Web

Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net