Translate

8 hal yang harus diperhatikan oleh guru

Beberapa hari yang lalu, sebelum masuk masa liburan saya sempat bercerita panjang lebar bersama dengan beberapa orang siswa. Mulanya mereka merasa kaku dan canggung tetapi karena saya terus memancing mereka untuk berbicara secara terbuka sehingga terkuaklah beberapa informasi yang saya dapatkan kaitannya dengan guru. Dari hasil pembicaraan saya dengan siswa tersebut maka pada kesempatan ini saya merasa harus berbagi dengan anda khususnya yang berprofesi sebagai guru.

Informasi yang saya dapatkan cukup mengejutkan karena ternyata dikalangan siswa memiliki kebiasaan untuk memilih siapa guru favorit atau guru idola mereka. Disisi lain di dunia pendidikan khususnya sekolah juga kita mengenal pemilihan guru berprestasi atau guru teladan yang difasilitas oleh Dinas Pendidikan. Pemilihan guru berprestasi ditentukan berdasarkan portofolio, kemampuan pedagogik, dan lain sebagainya. Saya sempat bertanya kepada mereka siapa saja yang termasuk guru berprestasi disekolah ini? Rata-rata mereka menjawab tidak tahu, ada juga yang menjawab mungkin pak ini dan pak itu atau ibu ini dan ibu itu. Artinya adalah pemilihan guru berprestasi ternyata tidak membawa pengaruh signifikan pada kecintaan siswa kepada guru.

Lantas bagaimana dengan guru idola atau guru favorit versi siswa? Dari hasil pembicaraan bebas yang sengaja saya ciptakan, kebanyakan mereka mengatakan bahwa ketika masuk pelajaran guru yang mereka idolakan atau favoritkan pengaruhnya cukup signifikan dalam memotivasi semangat belajarnya. Rata-rata siswa tersebut tidak ingin melewatkan pelajaran yang dibawakan oleh guru idola mereka. Kemudian saya pun ingin mengetahui kriteria apa saja yang membuat mereka mengidolakan guru-guru tersebut.

Adapun beberapa 8 hal dimaksud dan disini saya tekankan untuk diperhatikan oleh guru antara lain:

1. Pakaian
Pakaian ternyata menjadi sorotan utama oleh para siswa, guru yang penampilannya terlalu berlebihan membuat mereka merasa rendah diri bahkan merasa berada di luar kondisi nyata. Kadang-kadang mereka merasa sedang berhadapan dengan orang yang berpribadi sombong sehingga mengganggu sikap dan pemikiran mereka selama mengikuti pelajarannya. Umumnya ketika selesai pelajaran, guru tersebut akan menjadi topik pembahasan yang pada akhirnya kehidupan guru tersebut termasuk kehidupan pribadinya akan dibahas dalam diskusi kecil yang terbentuk secara spontan.
Olehnya itu,  guru  harus selalu memperhatikan penampilan utamanya pakaian karena pakaian yang sederhana tapi tidak mengurangi kewibawaan guru dapat menarik bahkan memotivasi semangat belajar siswa.

2. Perkataan
Perkataan adalah bentuk komunikasi yang juga harus diperhatikan. Perkataan guru harus dijaga karena setiap perkataan yang diucapkan oleh guru akan selalu terekam di otak siswa. Didalam menyampaikan materi pelajaran, guru harus dapat mengatur irama perkataannya, naik dan turunnya intonasi perkataan secara tepat membuat siswa merasa senang, bahkan mereka menganggapnya seperti sedang bernyanyi, dan inilah yang diharapkan oleh siswa. Perkataan guru yang berintonasi datar-datar saja tidak mereka senangi, terlalu tinggi juga tidak mereka senangi, terlalu rendah juga tidak disenangi.
Selain irama perkataan, seorang guru juga harus menghindari mengucapkan kata-kata secara berulang-ulang. Kata-kata yang diucapkan secara berulang-ulang dapat membuat siswa mengganggapnya sebagai lelucon. Didepan guru, mereka pasti hanya diam tetapi jika berada jauh dari guru mereka akan mempraktekkannya. Contoh perkataan yang sering diulang-ulang dan mungkin bisa menjadi kebiasaan seperti "Paham?", "Eeee", "Apa itu" dan lain sebagainya, termasuk melebihkan kata seperti "enaks","Selainks", biasanya dipengaruhi oleh kebiasaan berbahasa Inggris. Perkataan lainnya seperti yang mengandung huruf T, contohnya "Cidak", "Capi" biasanya diucapkan orang pada saat menyanyi.

3. Raut Wajah
Raut wajah yang terlalu serius membuat siswa merasa takut bukan karena menaruh hormat tetapi merasa jangan sampai dimarahi. Umumnya ketika berhadapan dengan guru yang wajahnya terlalu serius pembawaan siswa akan serba salah akibat perasaan tidak ingin salah didepan guru tersebut. Secara psikologis keadaan seperti ini justru dapat mengganggu kejiwaan siswa, bahayanya bagi siswa adalah mereka tidak dapat memperhatikan materi yang diajarkan karena pikirannya sibuk dengan perasaan "jangan sampai salah" dan lain sebagainya. Guru yang raut wajahnya sangat bersahabat dapat memotivasi siswa untuk mengikuti pelajaran yang dibawakan guru tersebut, mereka merasa bertanggung jawab untuk tidak mengecewakan guru  karena perasaan nyaman pada saat berhadapan dengan guru yang berraut wajah sangat bersahabat.
Kenyamanan seperti inilah yang dibutuhkan oleh siswa, tanpa didorong untuk belajarpun biasanya mereka termotivasi dengan sendirinya untuk belajar karena kecintaannya pada guru.

4. Penguasaan Materi
Kemampuan guru dalam membawakan materi yang diajarkan tergantung pada penguasaan atas materi tersebut. Guru yang memiliki wawasan luas lebih disukai siswa dibandingkan dengan guru yang hanya mengacu pada materi yang ada dibuku paket. Semakin banyak informasi tambahan semakin menarik perhatian siswa. Pada umumnya siswa akan selalu menantikan informasi tambahan yang disampaikan oleh guru, dalam hal ini siswa lebih tertarik pada informasi tambahan ketimbang informasi yang hanya terpaku pada buku paket.

5. Informasi Pribadi
Ada guru yang memiliki kebiasaan menginformasikan kehidupan pribadinya atau mengaitkan contoh materi dengan kehidupan pribadi dan keluarganya. Tipe guru seperti ini tidak disukai oleh siswa, pada umumnya siswa merasa diremehkan atas informasi tersebut. Kondisi ini dapat mengganggu siswa dalam mengikuti pelajarannya dan lebih berbahaya lagi bahkan ada siswa yang meniru ucapan guru dengan mimik mengejek seolah-olah sedang menginformasikan kehidupan pribadi dan keluarganya. Renspon seperti demikian dapat mengurangi rasa hormat siswa terhadap guru yang pada gilirannya mengurangi motivasi belajar siswa. Ada istilah yang selalu mereka ucapkan ketika tiba waktu pelajaran yang dibawakan oleh tipe guru seperti ini "Ah..paling-paling yang disampaikan adalah tentang anaknya lagi atau tentang HP barunya"

6. Suka Marah
Bagi guru mungkin ini adalah strategi untuk merubah sikap siswa, tetapi bagi siswa berhadapan dengan guru yang suka marah bagaikan sedang berhadapan dengan monster. Terlalu sering marah dapat menurunkan kewibawaan guru dimata siswa, kadang siswa beranggapan seperti "Bukan Pak ...atau Ibu.... kalau tidak marah". Pengaruhnya adalah membuat enggan siswa untuk belajar mata pelajaran yang dibawakan oleh guru tersebut. Keengganan ini dapat berakibat fatal, dasar-dasar materi pelajaran tidak dapat diterima dengan baik, konsep yang disampaikan dapat menjadi masalah yang tidak dapat mereka pahami atau dimengerti oleh siswa. Akibatnya dapat mempengaruhi hasil evaluasi belajar siswa, target ketuntasan yang diharapkan tidak dapat dicapai.

7. Pandangan Mata
Pandangan mata guru selama membawakan materi pelajaran menjadi salah satu perhatian siswa terhadap guru. Menurut siswa kadang ada guru dalam membawakan materi yang diajarkannya selalu memandang siswa yang cantik-cantik saja atau yang ganteng-ganteng saja. Bagi yang tidak dipandang merasa seperti tidak mendapat perhatian guru, sedangkan bagi yang selalu dipandang merasa gelisah karena selalu dipandang oleh guru.
Ada juga guru yang selalu memandang langit-langit ruangan kelas, ada juga yang selalu memandang keluar ruangan atau jendela dan ada juga guru yang selalu memandang ke lantai ruangan sehingga kadang siswa merasa bertanya-tanya dalam hati bahwa siapakah yang diajar oleh guru ini.

8. Gerak Tubuh

Gerak tubuh merupakan hal termudah yang selalu ditiru oleh siswa. Buatlah gerak tubuh yang sangat menarik sehingga dapat menjadi ciri khas seorang guru. Ciri khas tersebut dapat membuat siswa selalu menantikan gerak tubuh yang dilakukan oleh guru. Dengan demikian dapat mempermudah guru dalam mentransfer materi yang diajarkan kepada siswa.

Itulah delapan hal yang harus diperhatikan oleh guru, kedelapan hal tersebut saya rangkum dari pembicaraan saya bersama siswa. Sebenarnya masih banyak hal-hal yang harus diperhatikan oleh guru tetapi menurut saya kedelapan hal ini merupakan hal inti dari semua yang menjadi perhatian siswa utamanya pada saat menentukan guru idola versi mereka. Ingatlah bahwa siswa dalam menentukan guru idola tidak membutuhkan portofolio bahkan prestasi guru tetapi hanya berdasarkan pada kedelapan hal yang saya jelaskan di atas.

Bagaimana menurut anda?

3 komentar

  1. Trimaksih atas informasi pengalamannya pak harlona, ini sangat bermanfaat bagi saya sebagai tenaga pendidik pemula.semoga kita menjadi guru yang disegani, bukan ditakuti siswa.

    BalasHapus
  2. Izin share, sbgai informasi untuk tman2 yg lain.

    BalasHapus
  3. Thanks artikelnya, cukup membantu memperbaiki saya dalam mengajar

    BalasHapus

 

Terbaru

Masukkan Email Anda

Archives

Info Web

Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net