Translate

11 Aplikasi iPad yang harus dimiliki oleh guru dan murid

Berikut daftar aplikasi iPad yang dapat digunakan oleh guru dan murid dalam proses pembelajaran menggunakan iPad sebagai media pembelajaran di kelas.

iBooks adalah aplikasi yang dapat digunakan untuk mendownload dan membaca ebook. Dengan menggunakan iBooks anda dapat menelusuri perpustakaan atau koleksi ebook yang anda miliki, anda juga dapat mendownload ebook-ebook laris  terbaru. Tampilan yang menarik, anda hanya tinggal menggesek atau menekan, bahkan dapat menambah catatan ke bagian favorit anda.






Dengan menggunakan notability, anda dapat mengintegrasikan tulisan tangan, anotasi PDF, mengetik, rekaman dan mengatur catatan anda.





3. iMovie



iMovie dapat membantu anda memutar video. Guru yang ingin menampilkan video dalam PBM sangat disarankan untuk menggunakan aplikasi ini








Sudah sangat banyak orang menggunakan aplikasi ini. Dilengkapi dengan fitur yang dapat mendukung pekerjaan anda.









Dengan menggunakan aplikasi Doit.im HD anda dapat melacak dan memudahkan pekerjaan anda, membantu anda mengatur tugas dan membuat anda semakin fokus pada ide kreasi anda.








Aplikasi ini digunakan untuk mengatur hidup anda secara sederhana. Sangat cocok untuk siswa dalam mengatur tugas-tugas belajarnya.








Wunderlist adalah cara termudah untuk mengelola dan berbagi. Aplikasi ini dapat menyimpan rencana anda, daftar belanja. 








Aplikasi Dropbox memungkinkan anda untuk membawa semua foto, dokumen dan video  dan mudah untuk berbagi.










Google drive adalah salah satu tempat yang aman untuk semua dokumen anda. Aplikasi ini dapat mengupload foto, video, dokumen dan file-file penting lainnya. 




Aplikasi evernote sangat mudah digunakan, aplikasi ini gratis. Dapat membantu anda mengingat semua perangkat yang anda gunakan. Dengan aplikasi ini memungkinkan anda membuat catatan, mengambil foto, merekam suara dan masih banyak lagi






Sesuai dengan namanya, iAnnotate PDF digunakan untuk membaca, markup dan berbagi file-file PDF, DOC, PPT, dan gambar.

Cara Mengetahui Siswa yang Telah Menjawab Soal

Masih sambungan dari Membuat Pertanyaan Pilihan Ganda, untuk mengetahui siapa saja yang telah menjawab soal berdasarkan opsi yang ditawarkan, ikuti langkah-langkah berikut :

1. Perhatikan diujung opsi pilihan yang ditawarkan

2. Jika tertulis +1 maka opsi tersebut dipilih oleh satu orang siswa, +5 berarti dipilih oleh 5 orang siswa dan seterusnya. Adapun lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut:

3. Klik tanda yang ditunjuk pada gambar di atas sehingga akan tampak seperti berikut:

Pada gambar di atas yang muncul hanya 1 orang, ini artinya adalah pada opsi A sesuai gambar pertama hanya 1 orang saja.

Selamat mencoba!


Membuat Pertanyaan Pilihan Ganda di Grup Kelas Facebook

Setelah grup kelas jadi dibuat, dalam contoh yang saya berikan adalah KELAS VII-3 (baca cara membuat grup), langkah selanjutnya yang harus kita ketahui adalah bagaimana membuat pertanyaan misalnya Soal Pilihan Ganda.

Adapun langkah-langkah yang dapat kita lakukan khususnya yang bisa dilakukan oleh guru dalam membuat soal pilihan ganda sebagai berikut:

1. Buka grup kelas yang telah anda buat misalnya kelas VII-3. Bagi yang belum membuat grup atau belum mengetahui cara membuat grup silahkan baca cara membuat grup.

2. Klik nama grup kelas disamping kiri sehingga akan mengantarkan anda masuk ke grup kelas yang telah anda buat

3.  Klik Pertanyaan seperti yang ditunjuk pada gambar berikut! Kemudian ketikkan soal yang ingin anda berikan untuk dijawab oleh siswa anda dalam hal ini adalah anggota grup.
Jika ingin membuat opsi jawaban dapat anda klik tulisan TAMBAHKAN OPSI ANGKET seperti yang ditunjuk pada gambar di atas sehingga akan tampak seperti berikut.


 Hilangkan tanda ceklist disamping tulisan Izinkan Siapa Saja untuk menambahkan opsi

4. Jika soal yang anda buat telah selesai dilanjutkan dengan klik KIRIM

6. Soal sudah jadi. Seandainya soal yang ingin anda tampilkan lebih dari satu soal silahkan ulangi dari langkah 3 di atas. Berikut contoh soal yang sudah jadi saya buat.

 
 Lanjutkan dengan membaca Cara Mengetahui Siswa yang Telah Menjawab Soal




Cara Membuat Grup

Setelah kita membuka akun di facebook atau mendaftar di facebook maka langkah selanjutnya adalah membuat grup. Fungsi grup bagi guru dalam pembelajaran adalah untuk mengelompokkan siswa berdasarkan kelas tempat kita mengajar. Misalnya kita mengajar di kelas VII-3 maka buatlah grup dengan "kelas VII-3". Kemudian arahkan siswa kelas VII-3 untuk mendaftar di grup tersebut sebagai anggota.

Adapun cara membuat grup di facebook adalah sebagai berikut!

1. Masuk ke akun Facebook anda

2. Klik Buat Grup di samping kanan seperti gambar berikut!


3. Akan tampak seperti berikut !


Ket:
Nama Grup : Isikan nama grup yang ingin anda buat misalnya KELAS VII-3
Anggota      : Tambahkan anggota yang sudah terdaftar di facebook.
Privasi         : Pilih Terbuka jika anda inginkan semua orang bisa melihatnya
                      Pilih Tertutup jika anda inginkan hanya anggota grup yang melihatnya
                      Pilih Rahasia jika grup yang buat bersifat rahasia

4. Setelah selesai mengisi semua data yang ada di atas kemudian klik BUAT, sehingga akan tampak seperti berikut!


5. Klik Icon (logo) yang ingin anda tampilkan sebagai identitas grup. Kemudian Klik OKE, tetapi jika anda tidak ingin menggunakan icon tersebut dapat anda klik LEWATI sehingga akan tampak seperti berikut!


6. Proses pembuatan Grup selesai! yang menandakan bahwa grup anda sudah jadi adalah tulisan nama grup disamping kiri misalnya yang kita buat tadi adalah KELAS VII-3

7. Selamat berkreasi dan baca panduan berikutnya yakni cara membuat soal pilihan ganda

5 Tempat Favorit Guru Belanjakan Tunjangan Sertifikasi

Tunjangan Sertifikasi telah merubah pola pikir dan sikap guru. Tingkat kesejahteraan guru meningkat, dan pada saat ini guru termasuk kelompok konsumtif tertinggi dari semua profesi. Berikut tempat-tempat favorit guru dalam membelanjakan tunjangan sertifikasinya.

1. Haji dan Umrah
Berdasarkan data dari Kementerian Agama, pendaftar Haji dan Umrah yang berasal dari guru mengalami peningkatan sejak adanya tunjangan sertifikasi.

2. Mobil
Pada saat ini bukan hal yang sulit bagi guru untuk memiliki mobil, kecenderungan guru membeli mobil meningkat, mulai dari membeli secara kontan sampai memanfaatkan fasilitas kredit

3. Rumah
Prioritas berikutnya yang dilakukan oleh guru adalah merenovasi rumah tinggalnya.

4. Wisata
Diwaktu liburan, kebanyakan guru memanfaatkan waktunya untuk berwisata ke daerah-daerah yang menjadi obyek wisata terkenal misalnya Bali dan lain sebagainya. Hal ini ditandai dengan meningkatnya wisatawan lokal yang berkunjung didaerah-daerah wisata.

5. Alat IT
Ini juga merupakan tempat favorit guru untuk membelanjakan uangnya. Alat-alat IT dimaksud misalnya iPAD, Laptop, HP dll

Bagaimana dengan anda?

Dunia Pendidikan Kehilangan Roh

Waktu saya masih sekolah pernah mendengar bahwa  beberapa guru dari Indonesia mengajar di negara Malaysia, mengapa Malaysia memilih guru dari Indonesia? Karena pada waktu itu kualitas pendidikan di Indonesia jauh meninggalkan negara-negara asia tenggara termasuk Malaysia.

Bagaimana dengan saat sekarang? Kualitas pendidikan di Indonesia menempati peringkat terbawah dari semua negara di Asia Tenggara. Secara individu memang kita masih sering merebut medali emas setiap ajang olimpiade mata pelajaran, tetapi secara keseluruhan Indonesia jauh dari kualitas pendidikan negara-negara tetangga. Tentunya ada yang salah dalam hal ini, kesalahan-kesalahan tersebut terus diperbaiki oleh pemerintah mulai dari kurikulum, materi ajar, sarana-prasarana termasuk kualitas guru. Apa yang dilakukan oleh pemerintah sebenarnya sama dengan negara-negara yang pendidikannya telah maju, kurikulum yang diterapkan merupakan kurikulum terbaik. Tetapi mengapa kualitas pendidikan jalan ditempat bahkan cenderung menurun dan kalau bisa saya katakan bahwa dunia pendidikan kehilangan roh.

Semua program termasuk dunia pendidikan memiliki tujuan yang baik, sasarannya adalah perubahan pola hidup dan prilaku masyarakat, yang salah adalah pelaksana program tersebut. Program yang membiayai pelaksananya sesuai harapan hasilnya pastilah baik pula, tetapi program yang tidak memperhatikan kesejahteraan pelaksananya besar kemungkinan hasilnya akan jauh dibawah harapan begitu pula dengan dunia pendidikan. Di negara-negara maju, gaji guru sebagai pelaksana dunia pendidikan dihargai dengan nilai yang sangat tinggi, profesi guru merupakan profesi yang sangat diperhatikan oleh pemerintahnya karena mereka menyadari bahwa negara tidak akan pernah maju jika kualitas pendidikan masyarakatnya sangat rendah. Agar kualitas pendidikan masyarakat tinggi maka dunia pendidikan harus memiliki kualitas yang lebih tinggi pula. Tinggi rendahnya kualitas tergantung pelaksana, dalam dunia pendidikan yang bertindak sebagai pelaksana adalah guru. Olehnya itu, jika ingin dunia pendidikan maju maka gaji guru harus lebih diperhatikan lagi, jangan disamakan atau bahkan dibawah gaji profesi lainnya.

Rendahnya kesejahteraan guru mempengaruhi kesungguhan, keseriusan, motivasi dan kreatifitas guru. Terbukti dengan kurangnya hasil-hasil penelitian yang berasal dari Indonesia. Pada tuhun 1980-an, pendidikan di Indonesia termasuk level atas di Asia berdasarkan frekuensi hasil penelitian dari universitas-universitas dan sekolah-sekolah di Indonesia, namun pada saat ini Indonesia seperti kehilangan roh dalam dunia pendidikan. Produk pendidikan dari Indonesia sangat minim, bandingkan dengan negara-negara lainnya termasuk negara tetangga. Mereka menjadikan dunia pendidikan merupakan prioritas utama sebelum bidang-bidang lainnya. Dukungan yang begitu besar membuat kualitas pendidikannya pun menjadi terus membaik, dengan membaiknya dunia pendidikan otomatis kualitas pendidikan masyarakatnya juga ikut berubah kearah yang lebih baik.

Bagaimana dengan Indonesia?

Guru dan Politik

Komunitas guru yang begitu banyak menjadi sasaran para politikus untuk menarik simpati, jargon kampanye tentang guru dan pendidikan selalu menghiasi pesan-pesan yang disampaikan oleh politikus, tidak terkecuali pada pemilihan legislatif 2014 mendatang.  Mengapa guru selalu menjadi obyek politik? Berikut beberapa poin yang membuat guru dan pendidikan selalu menjadi obyek :
 
1. Jumlah guru yang sangat banyak diantara semua profesi
2. Pengaruh guru dilingkungan sosial.
3. Kebutuhan pendidikan untuk anak
 
Berdasarkan 3 poin tersebut, sebenarnya guru dapat mempengaruhi kebijakan dan demokrasi di Indonesia, namun karena disatu sisi guru juga merupakan komunitas profesi yang terlemah dari semua profesi sehingga setiap kebijakan yang berhubungan dengan guru dan pendidikan selalu tidak sesuai harapan guru.

Ada banyak organisasi yang mengatasnamakan guru mulai dari PGRI, IGI, FGRI dan lain sebagainya baik bersifat nasional maupun bersifat lokal termasuk organisasi guru mata pelajaran. Dengan banyaknya organisasi guru tersebut seharusnya membuat guru dan dunia pendidikan menjadi lebih berkualitas, produk hukum juga berpihak pada guru dan pendidikan. Akan tetapi pada kenyataannya justru sebaliknya, dengan banyaknya organisasi guru menjadikan profesi guru menjadi profesi yang tidak dapat ambil bagian dalam menentukan kebijakan tentang guru dan dunia pendidikan akibat dari perbedaan dan egoisme masing-masing organisasi.

Beberapa kelemahan guru dan pendidikan dalam dunia politik :
1. Guru tidak memiliki wakil di parlemen
2. Organisasi guru tidak satu dalam memperjuangkan kepentingan guru bahkan cenderung terdapat persaingan antara organisasi tersebut.
3. Adanya doktrin politik yang menyatakan bahwa guru adalah pendidik sehingga dalam menyampaikan keinginannya harus dengan cara-cara terdidik sementara di Indonesia sampai saat ini menganut sistem manajemen konflik "Ada masalah baru diperhatikan".
4. Pemikiran guru dikurung dengan istilah "Profesi Mulia", "Pahlawan tanpa tanda jasa", "Relawan Pendidikan" dan lain sebagainya.
5. Kebijakan tentang pendidikan terlalu terpusat sehingga guru hanyalah sebagai pelaksana dan pekerja
6. Tidak adanya aturan yang dapat melindungi guru dalam menjalankan tugas
7. dll
 
Dari beberapa kelemahan guru dan pendidikan tersebut sehingga setiap produk hukum yang membahas tentang guru dan pendidikan selalu menemui hambatan dan produk hukum tentang guru dan pendidikan umumnya tidak berpihak kepada guru dan pendidikan itu sendiri. Contoh, kesejahteraan guru yang dibungkus dengan nama sertifikasi. Jika program sertifikasi ingin disebut berpihak kepada guru maka pembayarannya harus menyatu dengan gaji.

Dengan demikian selama guru dan pendidikan masih didominasi oleh kepentingan politik maka kualitas pendidikan yang lebih baik sangat sulit untuk diwujudkan. Perubahan paradigma guru dan pendidikan harus dimulai dari sekarang, guru dan pendidikan harus berdiri sendiri secara independen, posisi pemerintah atas guru dan pendidikan dirubah hanya sebagai fasilitator dan mediator tetapi kebijakan dan urusan guru dan pendidikan diserahkan kepada dunia pendidikan itu sendiri misalnya memberikan kewenangan penuh kepada dewan pendidikan dan dewan pakar pendidikan untuk membuat regulasi dan kebijakan terkait dunia guru dan pendidikan.

Bagaimana menurut anda?
 
Adsense Indonesia

Terbaru

Archives

Info Web

Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net