Translate

Sekolah Sasaran Kurikulum 2013


Akhir-akhir ini dunia pendidikan disibukkan dengan wacana implementasi kurikulum 2013. Banyak permasalahan yang muncul berdasarkan hasil sosialisasi kurikulum 2013 tersebut. Maka terjadilah pro dan kontra tentang pelaksanaan kurikulum 2013, akibatnya pemerintah melalui kemendiknas menjadi serba salah. Disatu sisi kurikulum 2013 harus diimplementasikan sementara dengan banyaknya tantangan yang dihadapai akibat gelombang penolakan membuat pemerintah kembali merevisi sekolah-sekolah yang menjadi sasaran pelaksana kurikulum 2013.

Oleh karena tidak semua sekolah melaksanakan kurikulum 2013 maka pada akhirnya membuat rasa penasaran para guru ingin mengetahui sekolah-sekolah yang menjadi sasaran pelaksanaan kurikulum 2013. 

Menjawab keingintahuan guru-guru tentang sekolah-sekolah yang menjadi sasaran pelaksanaan kurikulum 2013 tersebut, kali ini saya membagikan link atau alamat yang dapat dikunjungi untuk memastikan apakah sekolah dimana anda mengajar menjadi sasaran kurikulum 2013.

Caranya :

  1. Klik disini atau klik gambar di atas
  2. Lihat propinsi dimana anda berada
  3. Klik angka pada kolom jenjang misalnya jika anda mengajar di SD maka klik angka yang ada pada kolom SD pada baris propinsi anda mengajar
  4. Selanjutnya lihat hasilnya



Tentang EDS





Masih berita yang berhubungan dengan website PADAMU NEGERI, salah satu menu ada pada websiter tersebut adalah EDS

Tentang EDS

Evaluasi Diri Sekolah (EDS) telah dilaksanakan sejak tahun 2010 oleh Pusat Penjaminan Mutu Pendidikan (PPMP) BPSDMPK-PMP. Program EDS dilaksanakan secara periodik setiap tahun dengan mendistribusikan instrumen kuisoner kepada responden di setiap sekolah. Hasil dari pengisian instrumen kuisoner tersebut menjadi dasar dari proses analisa mutu pendidikan mulai dari tingkat sekolah, tingkat kabupaten/kota, tingkat provinsi hingga tingkat nasional.
Pada tahun 2010 program EDS melibatkan 10.000 sekolah, pada tahun 2011 melibatkan 29.000 sekolah, pada tahun 2012 melibatkan 39.000 sekolah. Pada tahun 2013 ini direncanakan melibatkan seluruh sekolah se-Indonesia dari mulai jenjang SD, SMP, SMA dan SMK baik negeri dan swasta khususnya dibawah naungan Kementrian Pendidikan Pendidikan dan Kebudayaan.


Program EDS 2013

Mulai tahun 2013, pelaksanaan EDS menjadi salah satu bagian dari Layanan Sistem Informasi PADAMU NEGERI BPSDMPK-PMP Kemdikbud. Instrumen Kuisoner EDS didistribusikan untuk dapat diisi secara online langsung dari Internet oleh para responden, antara lain: Kepala Sekolah, Pendidik (Guru), Tenaga Kependidikan (Staf), Peserta Didik (Siswa) dan Komite Sekolah. Data para responden dijaga kerahasiannya oleh sistem dan hasil isian instrumennya secara otomatis akan tersimpan terpusat di server Layanan Sistem Informasi PADAMU NEGERI.


Setiap Sekolah akan diberikan akun login ke Layanan Sistem Informasi PADAMU NEGERI. Pihak Sekolah selanjutnya dapat membuat dan mendistribusikan akun login kepada para kepala sekolah, guru, staf, siswa dan komite sekolah agar dapat mengakses dan berpartisipasi aktif mengisi instrumen kuisoner EDS masing-masing secara online.
Hasil analisa dari isian instrumen kuisoner EDS akan disediakan secara online untuk dapat diakses oleh setiap sekolah, dinas pendidikan kabupaten/kota, dinas pendidikan provinsi dan direktorat Kemdikbud. Seluruh informasi tersebut dapat diakses melalui Layanan Sistem Informasi PADAMU NEGERI 

Tentang NUPTK





Berikut informasi yang saya dapatkan dari http://padamu.kemdikbud.go.id/ yang nantinya akan mengurusi semua data-data Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) secara online
NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan) merupakan kode identitas unik yang diberikan kepada seluruh Pendidik (Guru) dan Tenaga Kependidikan (Staf) di seluruh satuan pendidikan (Sekolah) di Indonesia.

NUPTK dibangun oleh Direktorat Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Depdiknas tahun 2006.

Seiring dengan program Reformasi Birokrasi, NUPTK sejak tahun 2011 dikelola oleh Sekretariat Badan Pengembangan SDM Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK-PMP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Dalam perkembangannya, NUPTK menjadi syarat utama yang harus dimiliki oleh seluruh PTK se-Indonesia untuk dapat mengikuti program-program Kementrian lainnya, antara lain:
  • Sertifikasi PTK
  • Uji Kompetensi PTK
  • Diklat PTK, dan
  • Aneka Tunjangan PTK

Mengapa harus VerVal Ulang NUPTK 2013?

  1. NUPTK yang dikelola oleh PMPTK sejak tahun 2006 - 2010 kemudian dikelola oleh BPSDMPK-PMP sejak 2011 menjadi kode referensi utama untuk dapat mengikuti berbagai program pengembangan PTK yang dilaksanakan oleh Kemdikbud, antara lain: Sertifikasi, Uji Kompetensi, Diklat, dan Aneka Tunjangan PTK lainnya.
  2. BPSDMPK-PMP yang bertanggungjawab sepenuhnya terhadap pengelolaan NUPTK sangat berkepentingan melakukan VerVal Ulang NUPTK 2013 dalam rangka meningkatkan penjaminan mutu pendidikan nasional khususnya para PTK.
  3. Dengan peran aktif PTK dalam melaksanakan program VerVal Ulang NUPTK periode 2013 ini. BPSDMPK-PMP dapat membantu progress penjaminan peningkatan mutu para PTK dengan lebih obyektif, transparan, akurat dan berkesinambungan.
  4. Data PTK hasil VerVal Ulang NUPTK yang dikelola oleh BPSDMPK-PMP akan menjadi sumber referensi utama untuk pelaksanaan program-program peningkatan mutu PTK yang dilaksanakan oleh Direktorat Kemdikbud terkait pada tahapan selanjutnya.

Apa manfaat bagi PTK?

  1. Setiap PTK diberi akun login untuk dapat memutakhirkan data personal masing-masing setiap saat setiap waktu darimana saja secara online 24 jam.
  2. Setiap PTK akan diberi fasilitas media jejaring sosial untuk saling berbagi, berkomunikasi dan berkolaborasi antar PTK se-Indonesia.
  3. Setiap PTK akan memiliki Kartu Digital NUPTK yang uptodate di PADAMU NEGERI (dalam proses pengembangan)
  4. Setiap PTK akan diberi fasilitas ruang penyimpanan (storage) online untuk menyimpan beragam arsip dokumen secara digital seperti: Ijazah, Sertifikat, Piagam-Piagam, Surat Tugas, dan lain sebagainya (dalam proses pengembangan)

Tentang PADAMU NEGERI


PADAMU NEGERI (singkatan dari Pangkalan Data Penjaminan Mutu Pendidikan Negara Kesatuan Republik Indonesia) merupakan Layanan Sistem Informasi Terpadu Online yang dibangun oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan - Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK-PMP).

PADAMU NEGERI dibangun sebagai pusat layanan data terpadu yang bersumber dari/ke sistem transaksional BPSMPK-PMP Kemdikbud lainnya, meliputi: Evaluasi Diri Sekolah (EDS), NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan), Sertifikasi PTK, dan Diklat PTK. 

PADAMU NEGERI juga terbuka untuk menjadi salah satu layanan pusat sumber data bagi program-program terkait lainnya baik di lingkungan internal atau eksternal Kemdikbud. 

Melalui PADAMU NEGERI ini, BPSDMPK-PMP berupaya mendorong terwujudnya program - program pembangunan untuk peningkatan Mutu Pendidikan Nasional baik di tingkat pusat dan daerah dengan terpadu yang berbasis pada data-data yang faktual, transparan, obyektif, akurat, akuntabel dan berkesinambungan. 

Daftar Peserta Terbaik UN SMP/MTs 2013, Sekolah, dan Provinsi dengan Rerata Nilai UN Murni Tertinggi

Jakarta—Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) merilis daftar peserta didik, sekolah/madrasah, dan provinsi dengan rerata nilai Ujian Nasional (UN) SMP Tahun Pelajaran 2012/2013 murni tertinggi. Sebanyak 12 peserta ujian dari 3.667.241 total peserta ujian meraih nilai tertinggi.

Mereka adalah Stella Angelina, dari SMP Kasih Karunia, Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta, dengan nilai 9.90; Petra Julian Abigail, dari SMP Tarakanita 4, Kota Jakarta Timur, DKI Jakarta dengan nilai 9.90; Anak Agung Ayu Vira Sonia, SMP N 1 Denpasar, Kota Denpasar, Bali, dengan nilai  9.90; dan Jessica Jane, SMP Kristen 1 BPK Penabur, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta dengan nilai 9.89.

Berikutnya, Shofiya Qurrotu A'yunin, MTS N 1 Malang, Kota Malang, Jakarta Timur dengan nilai 9.85; Cahaya Carla Bangsawan, SMP N 2 Kota Bandar Lampung, Lampung dengan nilai 9.85; Kirana Widiani Lestari, SMP Negeri 85, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta dengan nilai 9.84; Setiati Nur Chasanah, SMP N 1 Magelang, Kota Magelang, Jawa Tengah, dengan nilai 9.84; dam Maratus Solichah, SMP N 1 Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dengan nilai 9.84;

Selanjutnya, Farrell Gerard Adeovinson Rey, SMP Masehi Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, dengan nilai 9.84; Juligo Al Paraby Saragih, SMP Swasta Al-Muslimin Pandan. Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, dengan nilai 9.84; dan Biani Masita Himawan, SMP N 1 Denpasar, Kota Denpasar, Bali dengan nilai 9.84.

Adapun 10 SMP/MTs dengan rerata nilai UN tertinggi adalah SMPN 1 Magelang, Jawa Tengah dengan rerata nilai 9,14, SMPN 115 Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta (9,11), Labschool Kebayoran, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta (9,08), dan SMPN 1 Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (9,06).

Berikutnya adalah SMPN 1 Tanjungbumi, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur (9,05), SMPN 1 Denpasar, Kota Denpasar, Bali (9,05), SMP Kanisius, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta (9,03), SMP K 2 Penabur, Kota Jakarta Pusat (9,01), SMPN 49 Kota Jakarta Timur, DKI Jakarta (8,98), dan SMPN 1 Surabaya, Jawa Timur (8,97).

Sementara 10 Provinsi dengan rerata UN murni tertinggi adalah DKI Jakarta (7,50), Sumatera Utara (7,10), Sumatera Selatan (6,75), Papua Barat (6,67), Jawa Timur (6,61), Kalimantan Tengah (6,55), Bali (6,45), Nusa Tenggara Barat (6,44), Kalimantan Selatan (6,42), dan Daerah Istimewa Yogyakarta (6,39). (ASW/AR)
 
Sumber : http://www.kemdiknas.go.id/

Tidak Lulus UN Bisa Ikut Ujian Paket B

Jakarta--Para peserta didik jenjang sekolah menengah pertama (SMP) dan sederajat yang tidak lulus UN masih memiliki kesempatan lulus dengan mengikuti ujian Paket B. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mendorong mereka yang tidak lulus untuk tetap semangat dan tidak putus asa.

“Bagi yang belum berhasil atau belum lulus tidak boleh putus asa. Masih ada kesempatan yaitu ikut Paket B, sehingga masih bisa mendaftar masuk di SMA. Kami ingin mendorong supaya bisa ikut Paket B supaya tidak putus sekolah,” kata Mendikbud saat memberikan keterangan pers di Kemdikbud, Jakarta, Jumat (31/05/2013).

Ujian Paket B adalah ujian melalui jalur pendidikan nonformal. Para lulusannya dapat melanjutkan pendidikan ke jalur formal pada jenjang SMA dan sederajat.

Dari sebanyak 3.667.241 peserta Ujian Nasional (UN) SMP/MTs Tahun Pelajaran 2012/2013 sebanyak 16.616 peserta ujian atau 0,45 dinyatakan tidak lulus. Untuk distribusi ketidaklulusannya, sebanyak 16.593 peserta ujian yang tidak lulus dikarenakan rerata nilai akhirnya kurang dari 5,5. Sementara, sebanyak 23 peserta ujian lainnya tidak lulus karena ada salah satu mata pelajaran yang nilainya kurang dari 4.

Sementara bagi para peserta yang lulus, Mendikbud meminta agar tidak merayakannya secara berlebihan. Tahun ini, kata Mendikbud, ada contoh ekspresi yang bagus yaitu dengan membagikan nasi bungkus dan tidak mencoret-coret baju, tetapi memberikannya kepada saudaranya. "Itu yang harus didorong. Yang lulus tidak perlu ekspresi hura-hura,” katanya.(ASW)

Sumber : http://www.kemdiknas.go.id

Persentase Kelulusan SMP/MTs UN Tahun 2013

Jakarta --- Dari 3.667.241 siswa peserta ujian nasional (UN) SMP/MTs tahun pelajaran 2012/2013 sebanyak 3.650.625 (99,55 persen) siswa dinyatakan lulus. Kelulusan tersebut diperoleh dengan menggabungkan antara nilai UN murni dan nilai yang dikirim dari sekolah. Tingkat kelulusan tahun ini menurun 0,02 persen dibanding tahun lalu, yaitu 99,57 persen.

Mendikbud menambahkan, jika hanya UN murni yang digunakan sebagai penentu kelulusan, ketidaklulusan mencapai di atas 40 persen.

"Itulah fungsi kendali dan fungsi peta yg diperoleh dari UN. Artinya, UN punya peran untuk membuat pembeda (diferensiasi). Kalau nilai sekolah semuanya 8 atau 9, terus gimana membedakan (kemampuan) nya?", terang Mendikbud saat memberikan konferensi pers di Kantor Kemdikbud, Jumat (31/05).

Dari paparan Mendikbud diketahui, dari 48.893 sekolah peserta UN sebanyak 44.915 (91,86 persen) sekolah meluluskan 100 persen siswanya. Namun demikian, sebanyak 10 sekolah tercatat siswanya tidak lulus 100 persen. Belum diketahui dimana saja sekolah yang kelulusannya nol persen tersebut.
Sedang dari hitungan siswa, sebanyak 16,616 siswa dinyatakan tidak lulus. Untuk distribusi ketidaklulusannya, sebanyak 16.593 siswa yang tidak lulus dikarenakan rerata nilai akhirnya kurang dari 5,5. dan 23 siswa lainnya tidak lulus karena meski rata-ratanya 5,5 atau lebih, ada satu mata pelajaran yang kurang 4.

Jika dilihat dari nilai UN murni, distribusi ketidaklulusan dikarenakan rerata kurang dari 5,5 tercatat sebanyak 1.406.207 (38,35 persen) siswa, dan untuk siswa yang rata-rata nilai 5,5 atau lebih namun ada satu atau lebih nilai mata pelajarannya di bawah 4 tercatat sebanyak 2,261,034 (61,65 persen) siswa.

Mendikbud menjelaskan, ada penambahan persentase di soal sulit dari 10 persen menjadi 20 persen, dan soal mudah persentasenya diturunkan dari 20 persen menjadi 10 persen. Untuk persentase soal sedang tetap 70 persen. "Naik turun persentase kelulusan dan nilai UN ini masih wajar karena ada penambahan persentase untuk soal sulit," terangnya. (AR)

Sumber :  http://www.kemdiknas.go.id
 
Adsense Indonesia

Terbaru

Archives

Info Web

Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net